Banjir di Riau
Banjir di Riau, 5.679 Ha Lahan Perkebunan di Kampar Kena Dampak
Data BPBD Kampar hingga sore hari ini, Minggu (15/12/2019) bencana banjir ini 776 ekor hewan ternak dan 5.679 Ha kebun karet terdampak karenanya.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
KAMPAR - Bencana banjir di Riau, khususnya di Kampar yang susah terjadi sejak 9 Desember 2019 lalu menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Kabupaten Kampar.
Sejumlah ternak dan kebun warga terdampak oleh musibah tahunan ini.
Dari pendataan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kampar hingga sore hari ini, Minggu (15/12) bencana banjir ini 776 ekor hewan ternak dan 5.679 Ha kebun karet terdampak karenanya.
Dampak ini membuat ekonomi lumpuh di sejumlah desa yang terkena banjir di Kabupaten Kampar.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kampar, Afrudin Amga menjelaskan hingga hari ini sudah ada 52 desa yang terdampak banjir.
Desa yang terdampak banjir dari luapan Sungai Kampar ini berada di Kecamatan Kampar Kiri, Gunung Sahilan, Kampar Kiri Hilir, Siak Hulu, Kampa, Rumbio Jaya, Kampar, Tambang.
Sebanyak 21.669 jiwa dari 7.967 kepala keluarga terdampak bencana banjir yang disebabkan luapan Sungai Kampar.
Tak kurang dari 898 unit rumah warga dan 99 fasilitas umun yang terdiri dari mushalla, masjid dan sekolah terdampak karenanya.
"Dalam rangka mengurangi dampak banjir dan meringankan beban masyarakat Pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan sejumlah tenda pengungsian dan dapur darurat," katanya.
Ada 156 titik tenda pengungsian didirikan pemerintah Kabupaten Kampar untuk masyarakat.
Sebelumnya, Sabtu (14/12) Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, melakukan peninjauan banjir, kali ini Bupati Kampar meninjau korban banjir di Desa Pulau Rambai Kecamatan Kampa dan Desa Pulau Jambu Kecamatan Kampar dan Desa Sendayan Kampar Utara.
Ikut bersama Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto anggota DPR RI H Syahrul Aidi Maazat, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Dalam kunjungan tersebut Catur berpesan kepada masyarkat agar terus waspada terhadap banjir yang melanda Kabupaten Kampar.
Sekarang cuaca tak menentu ditambah curah hujan yang cukup tinggi membuat tidak tertampungnya air di PLTA Koto Panjang sehingga dengan terpaksa harus melepas pintu air.
”Khusus bagi masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada, jika memungkinkan agar dapat mencari lokasi yang aman dari banjir,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/banjir_di_kampar_riau_gunung_sahilan_dan_sahilan_darussalam_terendam_banjir_1.jpg)