Blak-Blakan di Persidangan: Kivlan Zen Mengaku Mau Dibunuh Wiranto dan Luhut

Kivlan Zen yang didakwa atas penguasaan senjata api ilegal mengatakan dirinya justru ingin dibunuh oleh Wiranto dn Luhut

Blak-Blakan di Persidangan: Kivlan Zen Mengaku Mau Dibunuh Wiranto dan Luhut
kompas.com
PENYEBAB Kivlan Zen Menangis di Persidangan,Riwayat Pengobatan hingga Minta Diperiksa di Rumah Sakit. Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kanan) menangis, sang istri Dwitularsih menyeka wajahnya saat mengikuti sidang pembacaan dakwaan di PN Pusat, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Jaksa penuntut umum mendakwa Kivlan Zen menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal. 

Blak-Blakan di Persidangan: Kivlan Zen Mengaku Mau Dibunuh Wiranto dan Luhut

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mayjen (Purn) Kivlan Zen memberikan pengakuan mengejutkan saat membacakan eksepsi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Kivlan Zen yang didakwa atas penguasaan senjata api ilegal mengatakan dirinya justru ingin dibunuh oleh Mantan Menko Polhukam Wiranto dan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Selasa (14/1/2020), mulanya Kivlan Zen mengatakan dirinya telah merasakan kerasnya hidup di Jakarta.

"Sebagai putra Minang kelahiran Aceh, sekarang ini telah memaknai istilah masyarakat, yaitu kejamnya ibu tiri ternyata lebih kejam ibu kota," ucap Kivlan Zen, membacakan eksepsi atau nota keberatan, di ruang Kusuma Admadja 3, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). 

Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT Berkunjung ke Jepang, Ini Agenda yang Dijalani

Daftar Harga Handphone Xiaomi Terbaru Januari 2020, dari Redmi 8A hingga Redmi Note 10 Pro

UPDATE! Sebelum Meninggal, Bupati Boven Digoel Benediktus Berhubungan Intim dengan Wanita di Hotel

Kemudian Kivlan Zen membahas soal tuduhan sebagai dalang makar saat demonstrasi 21-22 Mei 2019.

Ia membantah menjadi dalang pada aksi yang disebut makar tersebut.

Bahkan Kivlan Zen sempat mengira dirinya akan dijebak melalui kasus narkoba.

"Luar biasa para petinggi negara untuk melakukan hembusannya melalui press conference terhadap diri saya, sehingga harus tidur di lantai berlapis kasur usang di Rutan Narkoba Tahiti Polda Metro Jaya," kata Kivlan.

Kivlan Zen juga menyoroti penuntut umum yang tidak jelas dalam membacakan dakwaan terhadap dirinya.

"Usia 73 tahun dalam keadaan sakit, maka saya juga menyatakan keberatan terhadap isi dakwaan a quo, dengan menyatakan penuntut umum dalam menguraikan tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap," kata dia.

Halaman
123
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved