Rumah Kos Disegel Satpol PP

Rumah Kos di Dumai yang Disegel Satpol PP Tak Punya IMB, Jadi Tempat Mesum Penyebab Paling Fatal

Satuan Polisi Pamong Praja ‎(Satpol PP), Kota Dumai, menutup atau menyegel tempat usaha Rumah Kos bernama Tari

Rumah Kos di Dumai yang Disegel Satpol PP Tak Punya IMB, Jadi Tempat Mesum Penyebab Paling Fatal
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Satuan Polisi Pamong Praja ?(Satpol PP), Kota Dumai, menutup atau menyegel tempat usaha Rumah Kos bernama Tari, jalan Siak RT. 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Penyegelan yang dilaksanakan pada Senin (17/2/2020). 

DUMAI - Satuan Polisi Pamong Praja ‎(Satpol PP), Kota Dumai, menutup atau menyegel tempat usaha Rumah Kos bernama Tari, jalan Siak RT. 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Penutupan Rumah Kos bernama Tari, jalan Siak RT. 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat ini, sesuai dengan surat keputusan kepala Satpol PP Kota Dumai, Nomor 11 tahun 2020.

Penyegelan yang dilaksanakan pada Senin (17/2/2020), tersebut langsung dipimpin oleh Kasatpol PP Dumai, Bambang Wardoyo, didampingi oleh camat dumai barat, Adyan, Lurah Simpang tetap Darul Ichsan, Havis, RT 02 jalan Siak, Abdul, dan anggota Satpol PP.

Pada Rumah Kos bernama Tari, jalan Siak RT. 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, juga disaksikan langsung oleh pemilik usaha rumah kos, Wan Fuspa Oktari.

BREAKING NEWS: Sering Dijadikan Tempat Mesum, Rumah Kos di Dumai Disegel Satpol PP

Kepala Kasatpol PP Dumai, Bambang Wardayo mengungkapkan, Penutupan ‎Rumah Kos bernama Tari, jalan Siak RT. 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat ini, sesuai dengan surat keputusan kepala Satpol PP Kota Dumai, Nomor 11 tahun 2020.

Ia menambahkan, alasan disegelnya rumah kos ini dikarenakan rumah kos bernama Tari berdiri sebanyak 16 pintu, tidak memiliki izin, dan tidak ada IMB nya.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, Rumah kos Tari ini juga sudah pihaknya berikan Surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali, dan itu tidak diindahkan, maka pihaknya lakukan penyegelan.

Bambang menerangkan, penyebab paling fatal penutupan rumah kos ini, dikarenakan laporan dari masyarakat, kelurahaan hingga kecamatan kepada Satpol PP Dumai, bahwa Rumah kos ini sudah sering digerebek pasangan tanpa surat Nikah di Kos Tari ini.

"Dari laporan masyarakat ini kos-kosan ini sering dijadikan tempat mesum, dan sering ditemui pasangan tanpa surat nikah di rumah kos ini," katanya.

Menurutnya, penyegelan ini dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan, atau sampai pemilik rumah kos memiliki izin izin nya.

"Penyegelan ini berdasarkan laporan dari masyarakat, memang sering didapati pasangan tanpa surat nikah di kos ini," imbuhnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat, jika mendapapati rumah kos yang dijdikan tempat mesum segera laporkan. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved