Rumah Kos Disegel Satpol PP

Sudah Kerap Digerebek Warga, Satpol PP Dumai Segel Rumah Kos Tari di Dumai Barat

Rumah kos Tari yang punya 16 pintu, disebut beroperasi tanpa izin dan tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Sudah Kerap Digerebek Warga, Satpol PP Dumai Segel Rumah Kos Tari di Dumai Barat
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Satpol PP Dumai menyegel rumah kos Tari di Jalan Siak RT02, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Dumai Barat, Senin (17/2). 

tribunpekanbaru.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai menutup atau menyegel rumah kos bernama Tari, di Jalan Siak RT02, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Dumai. Penutupan rumah kos Tari ini sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Satpol PP Dumai Nomor 11 tahun 2020.

Penyegelan dilaksanakan Senin (17/2), dipimpin langsung Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo, didampingi Camat Dumai Barat, Adyan, Lurah Simpang Tetap Darul Ichsan, Havis, RT02 Jalan Siak, Abdul Manan, dan anggota Satpol PP. Penyegelan ini juga disaksikan pemilik rumah kos, Wan Fuspa Oktari.

Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardayo mengungkapkan, penutupan rumah kos Tari dilakukan karena tidak memiliki izin dan tidak ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Pengelola rumah kos 16 pintu ini, sebelumnya sudah diberikan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan penyegelan..

Namun penyebab paling fatal, menurut Bambang, rumah kos ini sudah sering digerebek karena kerap ada pasangan tanpa surat nikah. Sudah banyak laporan dari warga, kelurahaan, hingga kecamatan kepada pihak Satpol PP Dumai terkait pasangan ilegal di tempat ini.

"Dari laporan masyarakat, kos-kosan ini sering dijadikan tempat mesum, sering ditemui pasangan tanpa surat nikah di rumah kos ini," kata Bambang.

Penyegelan dilakukan sampai waktu tidak ditentukan, atau sampai pemilik rumah kos memiliki izin yang dibutuhkan.

Ketua RT02 Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Abdul Manan, menyebut rumah kos Tari sudah berdiri kurang lebih dua tahun. Selama itu, menurutnya, sudah tak terhitung jumlah pasangan ilegal ditemui warga di rumah kos ini. Beberapa waktu lalu, warga juga menggerebek pasangan tanpa surat nikah di rumah kos Tari ini.

"Yang menyewa di kos Tari ini tidak pernah melapor, jadi kami pun curiga karena sering ditemui pasangan muda-mudi ke luar masuk kos ini," katanya di sela penyegelan, Senin (17/2).

Dikatakan, warga cukup lega setelah rumah kos itu disegel, karena sebelumnya pihaknya juga sudah melaporkan kos-kosan tersebut kepada Satpol PP.

"Kalau beroperasi lagi, kita minta kos-kosan ini tidak menggabungkan kos pria dan wanita. Kalau pria ya pria aja, jangan disatukan seperti saat ini," katanya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved