Breaking News:

Selain Covid-19, Tujuan Panglima TNI dan Kapolri ke Riau Juga Pantau Karhutla Sebut Pangdam I/BB

Sementara disinggung soal Karhutla, Mayjen Fadhilah menyatakan hingga kini juga masih tergolong aman.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat peninjauan kesiapan penerapan disiplin protokol kesehatan di Pasar Kodim Senapelan Pekanbaru, Sabtu (13/6). Inspeksi mendadak Panglima TNI dan Kapolri pagi ini untuk memastikan kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru disiplin protokol kesehatan. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI MS Fadhilah, menyampaikan maksud kedatangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis ke Pekanbaru, Sabtu (13/6/2020).

Disebutkannya saat wawancara di VIP Pandawa, Komplek Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, dua jenderal itu datang ke Riau, untuk mengecek dua hal.

Diantaranya soal penanganan Covid-19 dan masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Yaitu tentang perkembangan menghadapi Covid-19 dan Karhutla di wilayah. Saya bersyukur, kita semua bersyukur. Terimakasih Pak Gubernur, Pak Kapolda dengan semua jajaran, semua institusi yang terlibat. Pak Panglima TNI dan Pak Kapolri mengapresiasi apa yang kita lakukan," ungkap Mayjen Fadhilah, Sabtu siang.

Apalagi kata jenderal bintang dua itu, Riau penanganan Covid-19 secara nasional dinyatakan terbaik.

VIDEO: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penerapan New Normal di Pasar Tradisional Kota Pekanbaru

"Sampai hari ini, dinilai tertinggi. Tentu dengan tolak ukur tertentu diambil oleh Gugus Tugas Pusat. Semoga ini bisa jadi role model, dan tentunya bisa dipertahankan," bebernya.

Meski sudah baik disebutkan Fadhilah, bukan berarti semua selesai dan menjadi abai. Justru semua pihak harus tetap mewaspadai bersama-sama.

Karena menurutnya, tidak bisa hanya satu pihak jika bicara penanganan Covid-19 dan pencegahan penularannya.

"Hanya pemerintah daerah, TNI dan Polri, Institusi, kalau hanya 1 pihak tidak bisa. Termasuk masyarakat yang harus disiplin, dan seterusnya," tutur Mayjen Fadhilah.

Sementara disinggung soal Karhutla, Mayjen Fadhilah menyatakan hingga kini juga masih tergolong aman.

"Alhamdulillah ya, ini Tuhan juga membantu. Sangat memperhatikan doa-doa kita semua. Hujan masih terjadi. Tetapi tidak juga terlepas dari segala upaya yang sudah dilakukan oleh kita semua. Pemerintah daerah, TNI Polri, relawan," urainya.

"Pak Kapolda juga sudah menemukan 1 cara melalui aplikasi Lancang Kuning yang bahkan menjadi contoh bagi nasional, di tempat-tempat Kahutla yang lain. Yang bisa terus mengontrol. Kita bersyukur, Alhamdulillah masih hujan, banyak sekali terbantu. Mudah-mudahan ini juga bisa kita jaga. Nggak boleh cepat puas, musim mungkin berganti. Kesiapan dan kesiagan tetap harus diutamakan," sambung dia.

Ditanyai apakah ada instruksi khusus dari Panglima dan Kapolri untuk penanganan 2 hal tersebut, yaitu penanganan Covid-19 dan Karhutla, Mayjen Fadhilah menjawab, kedua petinggi masing-masing di TNI dan Polri, minta Riau bisa mempertahankan.

"Ya dipertahankan. Beliau menyatakan terimakasih, pertahankan, jangan lengah. Karena pertempuran masih terus terjadi. Baik itu ancaman Covid-19 dan Karhutla belum selesai. Masih terus kita hadapi," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved