Breaking News:

Kampar

Pertanyakan Proyek Aspal Jalan Rp 85 Miliar, Para Kontraktor Geruduk Kantor Dinas PUPR Kampar

Mereka meminta Bupati Kampar, memecat Kadis PUPR Kampar Afdal. Permintaan FKK ini terkait adanya dugaan fee pungli Rp 85 Milyar proyek jalan aspal

ISTIMEWA
Para pengusaha lokal yang tergabung dalam Forum Kontraktor Kabupaten Kampar (FKK) saat berunjukrasa di Kantor Dinas PUPR Kampar, Kamis (9/7). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Forum Kontraktor Kabupaten Kampar (FKK) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas PUPR Kampar, Kamis (9/7). Aksi ini dilakukan dalam rangka menyampaikan aspirasi mereka tentang pelaksanaan proyek jalan aspal senilai Rp 85 miliar.

Dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa melontarkan beberapa poin tuntutan untuk Dinas PUPR Kampar.

Mereka meminta Bupati Kampar, memecat Kadis PUPR Kampar Afdal. Permintaan FKK ini terkait adanya dugaan fee pungli Rp 85 Milyar proyek jalan aspal yang dikerjakan Dinas PUPR yang dipimpin Afdal.

Selain meminta Afdal dicopot, massa juga menginginkan Kabid Hanif dan Nazaruddin untuk dicopot juga dari jabatannya..

Dalam aksinya, masa juga menyampaikan bahwa proyek jalan senilai Rp 85 miliar terkesan sangat terburu-buru dan kuat dugaan adanya kepentingan-kepentingan petinggi pejabat Kampar di tengah bencana pandemi Corona.

Jadi Saksi Dugaan Tipikor Bengkalis Hakim Bentak Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, Anda Ini Bengak!

Masa menuturkan jika mengacu kepada inpres no 4 maka pekerjaan yang mesti digesa itu adalah padat karya dimana bisa menyerap pekerja yang banyak, sedangkan jalan dan Hotmix lebih banyak mengandalkan mesin, disini juga kuat dugaan terjadi praktik suap ditengah proses lelang tersebut.

Pendemo juga meminta DPRD Kabupaten Kampar untuk menggunakan hak Interpelasi dan Angket terkait kasus ini.

Selain itu masa juga meminta kepada Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto untuk segera memecat Kadis PUPR Kampar, Afdal beserta Kabid, Hanif Rusdi dan Nazaraudin yang dinilai telah gagal menjalankan fungsi di lingkungan PUPR dan diduga kuat terlibat aktif dalam praktik suap.

Aksi yang dilakukan masa ini berakhir setelah selama sejam berlangsung.

Demonstrasi masa ini tidak mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinad PUPR Kampar.

Disalurkan Lewat Tiga Tahap, Penyaluran Dana Desa di Riau Terkendala Pandemi Covid-19

Sekretaris Dinas PUPR Kampar, Herman menuturkan terkait aksi masa akan melakukan audiensi dengan demonstran.

"Audiensi ini akan kami koordinasikan dengan ketua Gapensi Kampar, jika tidak ada jaminan keamanan, keselamatan, kami tidak akan melakukan audiensi,” tegasnya.

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved