Breaking News:

Pilkada Riau 2020

Hari Ini Proses Verifikasi Faktual Calon Perseorangan di Inhu Berakhir, Ribuan Berkas Berpotensi TMS

PPS di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih disibukan dengan proses verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan pada Pilkada Inhu tahun 20

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ilham Yafiz
Tribun pekanbaru
Pilkada tahun 2020 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih disibukan dengan proses verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan pada Pilkada Inhu tahun 2020.

Proses verifikasi faktual ditutup pukul 24.00 Wib malam ini.

Namun menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu, Yenni Mairida terdapat ribuan berkas dokumen dukungan calon perseorangan yang berpotensi tidak memenuhi syarat (TMS).

"Hari ini proses verifikasi faktual berakhir, apabila pendukung tidak dapat ditemui dan tidak dapat dihadirkan atau difasilitasi oleh penghubung pasangan calon hingga pukul 24.00 Wib maka berpotensi menjadi TMS," kata Yenni ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Minggu (12/7/2020).

Yenni melanjutkan bahwa ada ribuan jumlah pendukung yang masih tidak ditemui, baik pendukung bakal pasangan calon Rezita Meylani - Junaidi Rahmat (Rajut) maupun pendukung Nurhadi - Toni (Nurani).

Yenni berkata hingga kini PPK dan PPS masih terus melaporkan perkembangan hasil verifikasi faktual.

Oleh karena itu, PPK dan PPS terus menyurati LO bakal pasangan calon terkait ribuan pendukung yang masih belum ditemui tersebut. Terkait jumlah berkas yang sudah diverifikasi faktual, Yenni enggan menyebutkannya.

Setelah dilakukan verifikasi faktual, selanjutnya akan dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. "Tahapan verifikasi faktual akan dilakukan mulai tanggal 13 Juli 2020 sampai dengan 19 Juli 2020," ujar Yenni.

Verifikasi faktual yang dilakukan adalah untuk memastikan dukungan yang diberikan kepada calon perseorangan. Seperti diketahui terdapat dukungan ganda yang ditemui pada berkas dukungan tersebut.

Yenni berkata melalui verifikasi faktual tersebut, dukungan ganda tersebut akan terjawab. "Kalau tidak TMS salah satunya, maka TMS kedua-duanya," kata Yenni.

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved