Breaking News:

Pelalawan

Pengacara Bantah Alat Damkar PT Adei Tak Memadai, Sampaikan Eksepsi di Sidang Perkara Karhutla

Eksepsi disampaikan secara bergantian oleh pengacara perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Batang Nilo, Kec Bunut, Pelalawan.

Tribun Pekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Sidang lanjutan perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjerat PT Adei Plantation and Industry digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas ll Pelalawan pada Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Sidang lanjutan perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjerat PT Adei Plantation and Industry digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas ll Pelalawan pada Selasa (21/7/2020).

Sidang ketiga ini mengagendakan eksepsi atau keberatan dari terdakwa PT Adei terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pada sidang pekan lalu. Eksepsi disampaikan oleh penasihat hukum PT Adei di ruang sidang Cakra yang dihadiri para pihak. 

Sidang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Bambang Setyawan SH MH sebagai hakim ketua yang juga Ketua PN Pelalawan, didampingi Rahmat Hidayat SH MH dan Joko Ciptanto SH MH sebagai hakim anggota.

Sedangkan JPU dari Kejari Pelalawan yakni Rahmat Hidayat SH. Terdakwa PT Adei diwakili direktur Goh Keng EE didampingi penasihat hukum Muhammad Sempa Kata Sitepu SH MH bersama rekannya Suheri SH.

VIDEO: PT Adei Plantation Didakwa Sengaja Lakukan Pembakaran Lahan di Areal HGU Tahun 2019

Sidang perkara Karhutla PT Adei Plantation digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Rabu (15/7/2020) dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan.
Sidang perkara Karhutla PT Adei Plantation digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Rabu (15/7/2020) dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Eksepsi disampaikan secara bergantian oleh pengacara perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Batang Nilo Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan ini.

Terdakwa Goh Keng EE yang duduk di kursi pesakitan mendengarkan secara seksama keberatan tersebut. Demikian juga dengan majelis hakim serta JPU turut mengikuti sidang.

Secara garis besar inti eksepsi yakni PT Adei membantah jika alat pendeteksi Karhutla yang disebutkan tidak ada serta saran dan prasarana (Sarpras) penanggulangan kebakaran juga dinilai kurang.

Padahal Sarpras milik PT Adei sudah lengkap sesuai dengan petunjuk dari regulasi yang ada baik Permentan maupun aturan lingkungan hidup.

Kajari Nophy Bacakan Dakwaan, PT Adei Didakwa Sengaja dan Lalai dalam Sidang Perkara Karhutla 2019

Seperti menara pemantau api, personil Damkar, alat pemadam kebakaran, hingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh petugas damkar.

"PT Adei Plantation sebenarnya telah memiliki Sarpras Damkar pada saat kebakaran. Penyidik hanya melihat si lokasi yang terbakar saja, bukan secara keseluruhan," tutur Sempa Kata Sitepu SH MH, usai sidang, Selasa (21/7/2020).

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved