Breaking News:

Dugaan Pemerasan Kepsek oleh Oknum Jaksa Inhu, Kajati Riau Terbitkan Surat Perintah Inspeksi Khusus

Akibat dugaan pemerasan itu, akhirnya berujung pada pengunduran diri 63 orang Kepsek SMP. Disebut-sebut ini terkait pengelolaan dana BOS.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Kantor Kejati Riau 

Dalam penjelasannya, Mia juga menyinggung soal Kepala Kejaksaan (Kajari) Inhu.

Mia mengaku beberapa kali secara persuasif, sudah melakukan pendekatan.

"Untuk dia bisa mengaku, tapi memang betul-betul tidak tahu. Salahnya dia dan bodohnya dia sebagai Kajari adalah dia tidak mengawasi. Harusnya kan meski pun diluar itu, tanggungjawabnya sebagai Kajari. Jadi mau tidak mau dia akan kena (hukuman), karena Waskat, Pengawasan melekat," urai Mia.

"Dia (Kajari) tidak melaksanakan fungsi pengawasan, akan dikenakan hukuman. Tapi hukumannya tidak seberat si pelaku tersebut (terduga oknum)," tegasnya menambahkan.

Mia menuturkan, terkait apa pun masalah yang ada di kejaksaan, harusnya seorang pimpinan tidak bisa berkata tidak berbuat, lalu tidak bertanggungjawab. "Tidak bisa begitu," tutur Mia.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat proses klarifikasi bisa rampung. Nantinya, apabila tim Kejati Riau selesai melakukan pendalaman, maka hasilnya akan dilaporkan ke Kejaksaan Agung.

"Senin sudah harus di meja Jaksa Agung," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto menyampaikan, sampai sekarang pihaknya masih meminta keterangan dari kepala sekolah maupun dari pihak yang mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada oknum dari kejaksaan.

"Maka kami atas petunjuk dari ibu Kajati, sudah diterbitkan surat perintah melakukan inspeksi kasus. Ini supaya lebih jelas, siapa menyerahkan apa, jumlahnya berapa, diterima di mana, kemudian hasil yang diterima tadi dikemanakan," ulasnya.

Sehingga kata Raharjo, nantinya tidak menimbulkan fitnah bagi yang tidak terkait dengan kejadian-kejadian tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved