Hasil Tes Urine Positif, Ayah Editor Metro TV Kecewa Yodi Disebut Bunuh Diri, 'Harusnya 3 Hari Kelar

Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi tak percaya bila anaknya depresi lalu bunuh diri.

Editor: Muhammad Ridho
kolase TribunBogor/IST/Youtube Warta Kota
Editor Metro TV 3 Hari Hilang Malah Ditemukan Tewas, ini pengakuan sang ayah korban 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi tak percaya bila anaknya depresi lalu bunuh diri.

Suwandi mengaku kecewa dengan kesimpulan penyelidikan Polisi atas kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.

Pasalnya Suwandi meyakini bahwa Yodi Prabowo sama sekali tidak depresi.
Dilansir dari iNews TV, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyimpulkan kalau Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri.

"Dari beberapa faktor, keterangan ahli, saksi, olah TKP, dan bukti petunjuk lain, penyidik sampai saat ini berkesimpulan diduga kuat yang bersagkutan melakukan bunuh diri," jelasnya.

Namu ia tak menutup kemungkinan lain jika ada saksi atau pihak lain yang ingin menyampaikan bukti lainnya.

Kesimpulan itu sontak saja membuat pihak keluarga kecewa.

Ayah almarhum Yodi Prabowo, Suwandi pun menyampaikan rasa tidak puas.

Dilansir dari Youtube Metro TV, Sabtu (25/7/2020), ia mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menyelidiki kasus kematian anaknya.

"Tapi saya terus terang sebagai orangtua kecewa dengan kesimpulan (bunuh diri) itu, karena enggak mungkin anak saya bunuh diri," ujarnya sambil diam dan terlihat melamun.

Kemudian Suwandi juga mengatakan, sehari-harinya tidak ada gelagat yang memperlihatkan kalau Yodi Prabowo mengalami depresi.

"Bahkan dia masih berangkat bekerja, masih mau mengantar ibunya untuk mencari tukang urut yang bagus karena adiknya tak bisa jalan," jelasnya.

Ia juga menegaskan, menurutnya sebagai orang awam, seseorang yang mengalami depresi itu tidak lagi memiliki harapan hidup.

Namun Yodi Prabowo memiliki harapan hidup yang besar untuk menikahi sang kekasih.

"Paling tidak kalau dia depresi itu dia tidak bisa kerja, tidak punya harapan, tapi dia punya harapan, ada satu sebelum kejadian ini, mungkin satu bulan dia beli laptop bekas temannya, untuk cari uang tambahan karena dia berkeinginan menikah," jelasnya.

"Itu kan berarti dia masih ada harapan, kalau orag depresi putus asa, mandi saja malas, apalagi bekerja, dan di tanggal 7 selasa itu dia masih ngerjain kerjaan edit edit dengan baik, setelah itu dia izin pulang," ungkapnya lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved