Breaking News:

Temui Jalan Buntu, Perundingan Perbatasan China-India, Kritik Terhadap PM Modi Makin Kencang

Hingga memasuki minggu ke-15, hingga kini, belum tampak perkembangan berarti terkait terobosan dalam perundingan India-China

Xinhua / Yan Yan
Perdana Menteri India Narendra Modi saat berada di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, 28 April 2018 silam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, NEW DELHI - Kritik terhadap pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi pun semakin kencang di New Delhi.

Kritik tersebut terkait kisruh perbatasan antara pasukan India dan China di wilayah Himalaya di Ladakh.

Hingga memasuki minggu ke-15, hingga kini, belum tampak perkembangan berarti terkait terobosan dalam perundingan.

Dikutip dari South China Morning Post, tidak senang dengan apa yang mereka lihat sebagai pendekatan India yang terlalu berhati-hati.

Veteran dan analis militer semakin menyerukan agar pemerintahan Modi bersikap keras terhadap Beijing.

Ada yang Masih Dibawah Umur, Praktik Prostitusi Online Lewat Aplikasi di Pontianak Terungkap

Ditawarkan Rp300 Ribu-Rp1 Juta, 5 Anak di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online via Aplikasi Kencan

6.498 Orang Terima Rp 600 Ribu Per Bulan, Dinsos Pelalawan Janji Salurkan BLT Covid-19 Pekan Depan

Mereka berpendapat, kebuntuan yang berkepanjangan bisa berakhir dengan "membatasi" opsi militer India untuk memulihkan status quo.

Hal ini bisa menyebabkan India kehilangan kendali atas sebidang besar tanah yang berlokasi strategis.

Kelompok tersebut menyerukan New Delhi untuk mempertimbangkan berbagai opsi, dari menutup kedutaan besar China di Kolkata hingga membangun kasus global melawan agresi China.

Brahma Chellaney, profesor studi strategis di Pusat Penelitian Kebijakan, sebuah wadah pemikir yang berbasis di New Delhi.

Termasuk di antara mereka yang menyerukan sanksi diplomatik dalam bentuk perampingan atau penutupan konsulat dan kedutaan besar China di India.

Halaman
12
Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved