Pilkada Serentak 2020 di Riau
Golkar Siapkan Sanksi untuk 4 Kader yang Maju pada Pilkada Serentak 2020 di Riau dengan Partai Lain
Menurut Saud Marganda ada empat kader Partai Golkar yang akan siap disanksi karena maju dengan partai lain, mulai dari Nasarudin di Pelalawan
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPP Partai Golkar akan menyiapkan sanksi untuk Kader mereka yang memilih untuk maju di Pilkada menggunakan perahu partai lain.
Setelah pendaftaran di KPU maka proses pemberian sanksi akan diberikan langsung.
Demikian dikatakan Wakil Koordinator Wilayah Riau DPP Partai Golkar Saud Marganda, menurutnya sanksi diberikan setelah proses pendaftaran.
"Kader yang tidak mendukung Partai Golkar itu akan diberi sanksi oleh Ketua, pemberian sanksi akan dilakukan setelah pendaftaran nanti,"ujar Saud Marganda.
Menurut Saud Marganda ada empat kader Partai Golkar yang akan siap disanksi karena maju dengan partai lain, mulai dari Nasarudin di Pelalawan maju dengan PDI Perjuangan dan PKB.
Kemudian Supriati di Inhu maju menggunakan PDI Perjuangan, Demokrat, PAN dan Perindo, Indra Putra di Kuansing maju dengan PPP, Nasdem dan PKB.
Sedangkan yang terakhir kader Partai Golkar yang maju dengan partai lain adalah Afrizal Sintong, maju di Rohil dengan partai PKB, Nasdem dan Berkarya.
"Afrizal Sintong mantan anggota Dewan dari Partai Golkar, dan tiga lainnya masih aktif sebagai Kader partai Partai Golkar bahkan sebagian masih pengurus dalam struktur partai Partai Golkar,"ujar Saud Marganda.
Saat ditanya apa sanksi yang akan diberikan kepada kader Partai Golkar yang maju menggunakan partai lain tersebut, Saud Marganda mengatakan sanksi masih bervariasi tergantung keputusan dari DPP.
"Intinya bermacam-macam, bisa dikeluarkan dari pengurus dan bahkan dikeluarkan dari kader Partai Golkar, tergantung penilaian dari DPP nanti,"ujarnya.
Sementara semua Kader Partai Golkar yang maju menggunakan partai lain tersebut mengaku siap menerima sanksi dari partai mereka sebelumnya.
"Saya siap menerim sanksi dari partai, karena yang maju juga banyak Kader dari Partai Golkar, yang penting saya tidak bawa nama partai saat maju,"ujar Calon wakil Bupati Inhu Supriati.
Hal serupa juga dikatakan Nasarudin yang siap menerima sanksi dari partai Partai Golkar, begitu juga Indra Putra yang maju di Kuansing.
Partai Golkar Pilih Istri Bupati, Kader Partai Golkar Supriati Diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Inhu 2020
Kader Partai Partai Golkar Supriati memastikan maju di Pilkada Indragiri Hulu dengan partai lain alias bukan Partai Partai Golkar.