Pilkada Serentak 2020 di Riau
Golkar Siapkan Sanksi untuk 4 Kader yang Maju pada Pilkada Serentak 2020 di Riau dengan Partai Lain
Menurut Saud Marganda ada empat kader Partai Golkar yang akan siap disanksi karena maju dengan partai lain, mulai dari Nasarudin di Pelalawan
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Menurutnya hal yang biasa kader Partai Golkar maju di Pilkada dengan gunakan partai lain, karena banyak juga kader lain sama dengan yang dilakukannya di Partai Golkar.
"Saya kader Partai Golkar dan anggota DPRD dua periode dan ketua fraksi Partai Golkar, saya maju dengan partai lain, menurut saya itu dilakukan kader lain juga di Partai Golkar, asal jangan membawa nama partai,"ujar Supriati kepada tribunpekanbaru.com Rabu (2/9/2020).
Menurut Supriati, dia maju dengan PDI Perjuangan, Demokrat dan PAN serta Perindo di Pilkada Inhu, sebelumnya sudah melapor juga dengan Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar.
"Saya sudah melapor melalui Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Ikhsan untuk menyampaikan kepada pak Syamsuar untuk maju di Pilkada Inhu 2020,"ujar Supriati.
Bahkan sebelumnya, Supriati juga sudah mencoba menemui Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar untuk izin maju di Pilkada Inhu, namun saat itu Syamsuar tidak mau ditemui.
"Saya sudah berusaha menemui pak Syamsuar untuk izin, tapi saat itu dia tidak bersedia ditemui karena saat itu sibuk mau pelantikan eselon II,"ujar Supriati.

Supriati juga siap menerima konsekuensi yang diterima dari partai atas tindakannya maju di Pilkada menggunakan perahu lain selain Partai Golkar.
"Saya siap untuk menerima sanksi apapun dari partai,"ujarnya.
Sebagaimana diketahui sampai saat ini setidaknya ada empat kader Partai Golkar yang akan memastikan maju menggunakan partai lain selain Partai Golkar, empat orang tersebut yakni Nasarudin di Pilkada Pelalawan, Supriati di Pilkada Inhu dan Syarifah di Pilkada Kota Dumai dan Gumpita di Pilkada Kuansing.
Jenderal Bintang Dua Maju pada Pilkada Inhu 2020
Pasangan Irjen Pol (Purn) Wahyu Adi-Supriati sudah siap untuk berlayar di Pilkada Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Pasangan ini sudah diusung empat partai politik dan 12 kursi di DPRD.
Wahyu Adi yakin bisa meraih suara dengan maksimal di Pilkada Inhu.
Hal ini ditegaskan Wahyu Adi usai menerima SK dukungan dari PDI Perjuangan di kantor PDI Perjuangan Rabu (2/9/2020).
Menurutnya semua lawan yang ikut bertarung di Pilkada adalah kuat.