Mahasiswa di Riau Ancam Kembali Turun Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Bakal Bergabung dengan Buruh
Meski belum diputuskan jadwal pastinya, namun seluruh mahasiswa di sejumlah kampus di Riau sudah sepakat akan kembali turun ke jalan
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ribuan Mahasiswa dari sejumlah kampus di Provinsi Riau akan kembali turun ke jalan.
Mereka akan melakukan unjukrasa dengan tuntutan yang sama, yakni menolak Undang Undang (UU) Cipta Kerja.
Meski belum diputuskan jadwal pastinya, namun seluruh mahasiswa di sejumlah kampus di Riau sudah sepakat akan kembali turun ke jalan.
"Kami nanti malam akan rapat untuk menentukan hari apa kami akan turun aksi lagi dan dimana aksinya, nanti malam kita tentukan," kata Ketua BEM UIR, Novianto, Minggu (11/10/2020).
"Ada rencana untuk aksi nanti kita akan bergabung juga dengan buruh," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com .
• Terkenal Kejam dan Sadis, Kim Jong Un Berhati Hello Kity,Teteskan Air Mata Curhat Kesulitan Korut
• Hari Ini, Angka Penambahan dan Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Dumai Jumlahnya Sama
• Aksi Pemburu Teking Tertibkan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan Meski di Hari Libur
Aksi yang ketiga ini diperkirakan akan melibatkan massa yang lebih banyak lagi. Sebab selain melibatkan mahasiswa juga akan melibatkan kalangan buruh.
Tidak hanya itu, dalam aksi ini juga akan menyatu dalam satu kelompok. Tidak terpecah-pecah seperti aksi sebelumnya.
"Kemarin kita memang terpecah dan belum menyatu, alhamdullah sekarang hampir semua kampus sudah bergabung dan sudah satu suara. Jadi kedepan lebih mudah dikoordinir," ujar Boy sapaan akbar Novianto.

Boy mengungkan pada aksi pertama Kamis pekan kemarin memang sempat terjadi kerusuhan yang menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka.
Namun beruntung tidak ada yang mengalami luka parah dirawat inap di rumah sakit.
"Ada lebih sepuluh orang yang luka-luka dan dilarikan ke rumah, tapi yang kawan-kawan di UIR alhamdullilah tidak ada yang parah dan hari itu juga bisa langsung kita bawa pulang dari rumah sakit," katanya.
Siap Tempuh Jalur Uji Materi

Sementara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara siap menempuh jalur uji materi atau judicial review (JR) terkait Omnibus Law yang telah disah kan DPR beberapa waktu lalu.
BEM Nusantara menilai hal ini lebih tepat dilakukan saat ini.
"Apalagi di tengah pandemi seperti ini, membuat kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang tidak membolehkan adanya perkumpulan lebih dari 50 orang, dan harus tetap jaga jarak," kata Hengky Primana selaku Koordinator Pusat BEM Nusantara.