Breaking News:

Diundang Jokowi Usai UU Cipta Kerja Disahkan, MUI: Enggak Tahu Apa di Balik Itu Semuanya

Muhyiddin menjelaskan, ia diundang untuk bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat pekan lalu.

mui.or.id
Majelis Ulama Indonesia atau MUI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Muhyiddin Junaidi menyesalkan baru diundang oleh Presiden Joko Widodo untuk membahas Undang-Undang Cipta Kerja.

Ia menilai, harusnya Presiden Jokowi mengundang sebelum UU itu disahkan oleh DPR dan pemerintah.

"Sayangnya kami diundang setelah RUU menjadi UU.

Harusnya kami diundang sebelum UU itu disahkan," kata Muhyiddin kepada Kompas.com, Senin (19/10/2020).

Muhyiddin menjelaskan, ia diundang untuk bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat pekan lalu.

Ia datang ke Istana pukul 09.00 WIB bersama Ketua Bidang Hukum MUI Basri Bermanda serta Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Lukmanul Hakim.

Dalam pertemuan itu, Muhyiddin menyampaikan ke Presiden mengenai keberatan masyarakat soal UU Cipta Kerja yang selama ini sudah ditampung MUI.

Muhyiddin pun meminta Presiden Jokowi untuk mencabut UU Cipta Kerja melalui peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

Baca juga: Jangan Putus Asa, Ini Gerakan Sederhana Bakar Lemak Perut Maksimal, Tidak Rumit

Baca juga: Ekonomi Indoensia Sudah Babak Belur Sebelum Covid-19, Ekonom INDEF Sebut Utang Jadi Soal Utama

Baca juga: GAWAT, Kasus Remas Payudara Kerap Terjadi di Daerah Ini, IPW Minta Polisi Lakukan Patroli Rutin

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi usai konferensi pers di Gedung MUI, Selasa (3/3/2020).
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi usai konferensi pers di Gedung MUI, Selasa (3/3/2020). ((KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D))

"Tapi sepertinya pemerintah keberatan karena RUU tersebut adalah inisiatif pemerintah.

Jadi yang memungkinkan adalah melengkapi aturan turunannya sehingga penjabarannya tidak offside," kata Muhyidin.

Muhyidin menyebut, dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi turut meminta masukan MUI untuk menyusun aturan turunan UU Cipta Kerja berupa peraturan pemerintah dan peraturan presiden.

Baca juga: UU Cipta Kerja Tak Digubris Pemerintah, Selasa Siang Besok Ribuan Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan

Baca juga: Gempa Bumi Berkekuatan Hingga 5,8 SR Dirasakan di Aceh, Medan, Mentawai, Kota Padang Sore Tadi

Baca juga: Waspada, Scorpio Pencemburu, Gemini Kurang Konsisten, Cek di Sini Ramalan Zodiak Kamu

Namun, Muhyidin menilai, sebaik apapun aturan turunan yang disusun pemerintah nantinya, tetap tidak bisa menjadi solusi bagi pasal-pasal bermasalah di UU Cipta Kerja.

Sebab, aturan turunan berupa PP atau Perpres tidak bisa melampaui UU.

Oleh karena itu, Muhyiddin menyesalkan kenapa MUI tak diundang saat UU Cipta Kerja ini belum disahkan.

"Saya enggak tahu apa di balik itu semuanya.

Harusnya kan kita diundang sejak dulu untuk memberi masukan, melengkapi dan sebagainya.

Bukan setelah UU disahkan baru kami diundang. Nah itu kan susah," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Baru Diundang Jokowi Usai UU Cipta Kerja Diketok, MUI: Kami Sesalkan"

https://nasional.kompas.com/read/2020/10/19/16392461/baru-diundang-jokowi-usai-uu-cipta-kerja-diketok-mui-kami-sesalkan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved