Breaking News:

Bandar Narkoba Teriaki Maling ke Polisi yang Menyamar, Pria Ini Percaya Langsung Memukul, Akibatnya

Warga Deliserdang dituntut satu tahun penjara akibat menganiaya polisi yang sedang menyamar dan berupaya menangkap banda narkoba.

Editor: CandraDani
surya malang
Ilustrasi pengeroyokan 

Pukuli Polisi yang Sedang Menyamar

Dalam dakwaannya, JPU menuturkan perkara Ali bermula pada Rabu 29 Juli 2020 lalu, di Jalan Aman Kampung Sombong Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di depan kuburan muslim.

Saat itu kata JPU, saksi korban Joshua Tenggo Laksono selaku petugas dari Diresnarkoba Polda Sumatera Utara bersama saksi Muhammad Fikri Ikhsan sedang melakukan penyamaran transaksi jual beli narkoba dengan Bandar narkoba, dan berhasil mengamankan Bandar narkoba tersebut.

Baca juga: Diundang Makan Malam Sahabatnya, Wanita Ini Malah Terekam CCTV Mencuri Uang & Perhiasan Tuan Rumah

"Namun Bandar narkoba tersebut melakukan perlawanan dan teriak “ Maling maling maling” sehingga terdakwa, dan teman-temannya datang menghampiri saksi korban Joshua dan Muhammad Fiqri sambil berteriak maling, maling, maling, lalu melakukan penganiayaan terhadap Joshu," kata JPU.

Meskipun Joshua telah mengatakan dirinya anggota Kepolisian yang sedang melaksanakan tugas untuk menangkap bandar narkoba kata JPU, namun terdakwa Ali tetap melakukan pemukulan di bagian punggung sebelah kiri Joshua dan menarik kerah baju korban, lalu menghempaskan nya ke tanah sehingga terjatuh.

Tidak hanya itu kata JPU, teman-teman Ali yang lainnya yaitu Awal, Ijal Bacok dan Saring Alias Keling (DPO) datang menghampiri Joshua dan Muhammad Fiqri lalu melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Fiqri, dengan cara melakukan pemukulan berulang kali ke tubuhnya.

"Namun, Fiqri menangkisnya dengan tangan kiri," kata JPU.

Baca juga: Pura-pura Tidur di Samping Imam Masjid Raya Andalas Padang, Aksi Pelaku Curanmor Terekam CCTV

Akibat dari perbuatan Ali tersebut, kata JPU, Joshua mengalami luka pada tubuh bagian punggung, lengan kiri, dan luka lecet di kaki kanan dan mengakibatkan susah untuk berjalan dan tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa.

"Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana Pasal 212 Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHPidana," pungkas JPU.

Ali yang memohon keringanan hukum tampaknya harus menyesali perbuatan gegabahnya ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved