Breaking News:

11 Warga Binaan Kasus Narkoba Lapas Bangkinang Dipindah ke Nusakambangan, Faktor Ini Penyebabnya

Sebanyak 11 Orang warga binaan di Lapas Bangkinang ikut serta dalam rombongan narapidana yang dilakukan pemindahan ke Lapas Nusa Kambangan, Jumat

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Tribun Jateng
Penjagaan di Lapas Nusakambangan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Sebanyak 11 Orang warga binaan di Lapas Bangkinang ikut serta dalam rombongan narapidana yang dilakukan pemindahan ke Lapas Nusakambangan, Jumat (18/12/2020).

Ini dilakukan mempertimbangkan, faktor pidana high risk yang berpotensi mengendalikan narkoba dari dalam Lapas dan Rutan.

Kalapas Bangkinang Kelas IIA, Sutarno saat acara Perayaan Natal, Sabtu (19/12/2020) mengatakan warga binaan yang dipindahkan ini terdiri dari narapidana narkoba yang menerima hukuman berat.

Ia mengatakan warga binaan yang dipindahkan merupakan para narapidana dari kasus narkoba.

"Kesemua narapidana yang dipindahkan merupakan para lelaki yang dihukum karena kejahatan peredaran narkoba," ungkapnya.

Sutarno menuturkan para narapidana yang dipindahkan ini dinilai dan diberi atensi khusus lewat pemantauan Sistem Database Pemasyarakatan.

Terkait pelaksanaan perayaan natal di Lapas Bangkinang Kelas IIA, Sutarno mengatakan perayaan dilakukan secara sederhana.

Perayaan natal pada tahun ini dilakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengingat adanya Pandemi Covid 19 perayaan natal dilakukan secara sederhana.

"Akan ada remisi dibagikan ke Narapidana berkaitan dengan perayaan hari besar tersebut," ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini remisi untuk warga binaan sedang diajukan Lapas Bangkinang Kelas IIA.

Narkoba Mendominasi Pemusnahan Barang Bukti oleh Kejari Kampar, Ada 56 Kasus

Kejaksaan Negeri Kampar melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap tahun 2020 di Kejaksaan Negeri Kampar, Senin (14/12/2020).

Barang Bukti yang dimusnahkan berasal dari beberapa tindak pidana umum, antaranya 40 tidak perkara umum seperti tindak pidana pencurian, judi, pengelapan rokok dan lainnya.

Serta 56 perkara tindak pidana narkoba.

"Untuk tindak pidana narkotika terdiri dari tiga jenis, berupa sabu-sabu, heroin dan ganja," ujar Kasi Barang Bukti Kejari Kampar, Sri Madona Rasdy.

Ia mengatakan, agenda pemusnahan barang bukti ini diagendakan dalam tiap tahun itu satu kali.

"Biasanya kita adakan dengan menyambut hari Bakti Adhyaksa cuman karena adanya pandemi Covid-19, jadi kita baru laksanakan sekarang," jelasnya.

Sri Madona Rasdy mengatakan, barang bukti kasus narkoba mendominasi dalam aksi pemusnahan ini.

Menurutnya, kasus narkoba mengalami peningkatan pada tahun 2020 ini.

Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat atau pihak lain untuk dapat sama-sama memberantas peredaran narkoba.

Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti ini turut pula dihadiri Kasat Narkoba Polres Kampar AKP Daren Maysar serta Kepala Pengadilan Negeri Kampar yang diwakili oleh Panitera Jamaris.

BNK Kampar Gandeng Berbagai Pihak Entaskan Masalah Narkoba

Peredaran narkoba di Kabupaten Kampar semakin mengkhawatirkan.

Banyak pengungkapan kasus narkoba dilakukan Polres Kampar dalam setahun belakangan.

Menanggapi banyaknya kasus narkoba di Kampar, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Yusri, yang juga menjabat sebagai Sekda Kampar mengaku prihatin banyaknya kasus narkoba di daerah ini.

Yusri mengatakan saat ini BNK Kampar sedang berbenah dan melakukan kajian terhadap tinggi kasus narkoba di Kampar, yang banyak menyeret para generasi muda.

Ia mengatakan dalam rangka menekan peredaran narkoba BNK akan berupaya menjalin kerjasama berbagai pihak dalam pengentasan peredaran narkoba.

Menurutnya saat ini BNK Kampar tengah melakukan penjajakan dengan ninik mamak dan pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan untuk berperan aktif dalam menekan peredaran narkoba.

Ia mengatakan dengan peran serta berbagai pihak diharapkan masalah narkoba bisa diatasi.

Selain itu BNK Kampar dalam upaya mengentaskan permasalahan kecanduan narkoba, tengah mengusulkan agar Kabupaten Kampar jadi pusat regional rehabilitasi narkoba di Sumatera.

"Ini sudah kita usulkan dan upayakan. Untuk pembentukan tempat rehabilitasi ini kita sepenuh berharap anggaran pusat," ungkapnya.

Sekda Kampar mengatakan saat ini pengajuan yang dilakukan masih terkendala dengan relokasi anggaran akibat Covid-19.

(Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved