Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Tumpukan Sampah di TPA Muara Fajar Disorot,  Alat Rusak, DPRD Pekanbaru Minta DLHK Bertindak

DPRD Pekanbaru kembali menyorot pengelolaan sampah, oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru kembali menyorot pengelolaan sampah, oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru.

Meski sudah ditangani pihak ketiga dengan anggaran multiyears, yang masa kontraknya habis pada akhir tahun 2020 ini, namun masih menjadi masalah.

Seperti diketahui, setelah habisnya masa kontrak pengelolaan sampah oleh pihak ketiga dengan multiyears tahun 2020 ini, pengelolaan sampah untuk tahun 2021 menggunakan anggaran reguler.

Namun tetap memakai pihak ketiga.

"Persoalannya sekarang, tumpukan sampah yang ada di TPA Muara Fajar. Itu yang dikeluhkan masyarakat," kata Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono, Minggu (20/12/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Para pemulung tengah bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Rabu (21/3/2018). Terdapat sekitar 300 an pemulung yang menggantungkan hidupnya di TPA seluas 9,8 hektare tersebut. Sebagian pemulung ada yang mencari pakan untuk ternak babi dan ada juga yang mencari sampah plastik yang bernilai jual. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Para pemulung tengah bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Rabu (21/3/2018). Terdapat sekitar 300 an pemulung yang menggantungkan hidupnya di TPA seluas 9,8 hektare tersebut. Sebagian pemulung ada yang mencari pakan untuk ternak babi dan ada juga yang mencari sampah plastik yang bernilai jual. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Diakuinya, pihaknya sudah melakukan sidak ke TPA, dari hasil laporan masyarakat.

"Setiap hari sampah menumpuk di TPA. Ini karena alat rusak. Hanya satu yang berfungsi. Makanya terjadi antrian panjang," tambahnya.

Persoalan lainnya juga, bahwa sampah di TPA Muara Fajar ini, banyak yang bertumpuk di pinggir jalan. Padahal, pada bagian tengah TPA kosong.

Pihaknya meminta agar DLHK segera menyelesaikan masalah ini. Jangan berlarut-larut.

"Pekerjaan seperti ini tidak boleh asal asalan. Kok bisa antrian panjang, bongkar lama. Ini kan sudah jadi pekerjaan rutin. Kalau pun alat rusak, tentu sudah ada antisipasinya," tegas Sigit lagi.

Halaman
123
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved