SNIPER Jepang Punya Prinsip Berbeda: Membidik dari Pucuk Pohon tanpa Observer
Mereka harus memberondong para sniper Jepang menggunakan senapan mesin antitank kaliber 37 mm.
Sniper Jepang juga bukan prajurit sukarelawan, tapi prajurit tulen yang bertempur di bawah sumpah kaisar Jepang dan tidak mengenal istilah gagal dalam tugas.
Baca juga: Ramalan Zodiak Februari 2021, Zodiak Aries, Scorpio, dan Pisces Paling Beruntung
Baca juga: Belanja Promo Heboh Minyak Goreng hingga Popok 27 hingga 2 Februari, Cek Promo Indomaret
Baca juga: Bocah Kakak Beradik Asal Bogor Sandang Juara Dunia Karate, Sang Ayah Sendiri Tak Percaya
Berkat moral tempur dan spirit yang tinggi itu, para sniper ini memiliki kemampuan bidik yang sangat akurat pada jarak 550 meter.
Padahal mereka hanya dipersenjatai senapan tempur standar Arisaka Model 97 atau 99 dan teleskop yang terbilang sederhana karena tak bisa dikoreksi.
Untuk menghadapi sniper Jepang yang gemar bersarang di atas pohon itu, pasukan AS tidak mengerahkan sniper-nya (countersniper).
Mereka harus memberondong para sniper Jepang menggunakan senapan mesin antitank kaliber 37 mm.
Ketika peluru kaliber besar itu menghantam puc
Baca juga: Keutamaan Sholat Tahajud Malam, Minimal Dua Rakaat Berikut Bacaan Doa Sholat Tahajud
Baca juga: Air Bah Tetiba Datang, Terjebak 4 Pengunjung Lokasi Wisata di Kota Padang Diselamatkan Tim Gabungan
uk pohon kelapa bukan hanya sniper Jepang yang jatuh tewas, buah dan dahan kelapa juga turut berjatuhan.
Sementara para sniper Sekutu lainnya, seperti Inggris yang mengerahkan sniper asal Australia dan Selandia Baru yang Baik sniper Australia maupun Selandia Baru tidak lagi memberlakukan doktrin satu peluru satu nyawa untuk menembak jatuh sniper Jepang yang bertengger di puncak pohon.
Dalam duel sniper, mereka menggunakan senapan mesin Bren yang ditembakkan sampai pelurunya habis disusul jatuhnya sniper Jepang.
(Agustinus Winardi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sniper_penembak_jitu.jpg)