Breaking News:

Siak

Kasus Lahan Diserobot Tak Tuntas, Puluhan Pengurus Koperasi di Dayun Datangi Kantor Kejari Siak

20 Pengurus KUD di Siak ini mempertanyakan tindaklanjut kasus hukum perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan milik koperasi merek

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
tribunjambi/abdullah usman
Ilutrasi Sertifikat tanah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sebanyak 20 orang pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda, Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Senin (15/3/2021).

Mereka hendak mempertanyakan tindaklanjut kasus hukum dalam perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan milik koperasi mereka.

Kedatangan rombongan ini dipimpin Ketua KUD Tunas Muda, Setiono dan didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Dedy Reza.

Mereka datang menggunakan sepeda motor dengan memakai masker dan menjaga jarak antar orang.

“Kami tidak bisa menjumpai Kasi Pidum, katanya beliau ada diklat. Tadi kami disambut Kasi Intel, yakni Pak Saldi, sejauh ini tanggapan beliau masih dapat dimaklumi,” kata Dedy Riza kepada Tribunpekanbaru.com di Kejari Siak.

Baca juga: Warga Dayun Demonstrasi di Depan Istana Negara: RAPP Intimidasi Petani Kecil, RAPP: Itu Tidak Benar

Ketua KUD Tunas Muda Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kanupaten Siak, Setiono (kiri) bersama PH-nya Dedy Reza, SH dan seorang anggota memberikan keterangan pers usai mendatangi Kejari Siak, Senin (15/3/2021) di laman kantor Kejari Siak.
Ketua KUD Tunas Muda Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kanupaten Siak, Setiono (kiri) bersama PH-nya Dedy Reza, SH dan seorang anggota memberikan keterangan pers usai mendatangi Kejari Siak, Senin (15/3/2021) di laman kantor Kejari Siak. (Tribunpekanbaru.com /mayonal putra)

Menurut keterangan Dedy, Kasi Intel berjanji akan menggelar perkara internal dalam waktu 7 hari ke muka. Jawaban itu menjadi pegangannya dalam rangka menunggu tindak lanjut yang dinilai telah melebihi tenggang waktu dalam aturan hukum acara.

“Kita hanya ingin mempertagas apakah perkara ini sudah ada arahnya untuk P21 atau masih balik ke polisi. Sejak polisi mengantarkan kembali berkas P19 sampai saat ini sudah berlangsung selama 22 hari, sementara KUHAP sendiri mengatur tenggang waktu hanya 14 hari,” kata Dedy.

Menurut Dedy, seandainya sudah jelas tindaklanjut perkara ini pihaknya akan menentukan sikap, yakni akan berhenti menanyakan atau akan terus bertanya ke Kejari.

Namun mendengar jawaban Kasi Intel Saldi bahwa akan ditindaklanjuti pada 7 hari ke depan maka ia menunggu janji tersebut.

“Bila tidak ada tindaklanjut pihaknya bersama anggota koperasi akan datang lagi,” kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved