Breaking News:

Bengkalis

Diduga Mencetak Uang Palsu, 2 Pemuda Bengkalis Diringkus, Seorang Lagi Diburu Hingga ke Pekanbaru

Dua pelaku pemalsu uang DP dan WS di sebuah rumah kayu di desa Buluh Manis dini hari. Satu tersangka lain, IM kini masuk DPO dan diburu polisi.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
Istimewa
Dua Orang tersangka Upal diamankan Satreskrim Polres Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dua pemuda di Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis berinisial DP dan WS terpaksa berurusan dengan penegak hukum.

Pasalnya, mereka diduga nekat menyetak uang palsu (Upal) untuk diedarkan.

Dari tangan kedua pelaku petugas menyita barang bukti 1 unit mesin cetak warna putih, 39 lembar Upal pecahan 100.000, 2 lembar Upal pecahan 50.000, 1 unit catridge tinta warna, 1 unit catridge tinta warna hitam.

Karena memiliki atau menguasai Upal dan mencetaak atau membuat uang palsu itu, kedua pelaku diamankan petugas, Rabu (7/4/21) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi,  Selasa (27/4) siang.

Baca juga: Mayoritas Kelurahan di Pekanbaru Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Kata Wali Kota Firdaus

Baca juga: Ini Dia Sosok Aipda Fajar, Oknum Polisi Yang Bikin Gaduh Medsos Komentari Negatif KRI Nanggala-402

Baca juga: Mayat Mama Muda Istri WNA India Tergelatak di Rumahnya di Bekasi, Kondisi Luka Suami Dicari Polisi

Kasat mengatakan, tindakan dua tersangka ini terungkap, setelah adanya informasi masyarakat terkait maraknya peredaran Upal di wilayah hukum Bathin Solapan

Petugas melakukan penyelidikan, dan kemudian Rabu (7/4/21) berhasil mengamankan 2 orang DP dan WS di sebuah rumah kayu di desa Buluh Manis dini hari.

Saat diamankan petugas menemukan sejumlah uang dengan pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah.

"Totalnya sekitar empat juta rupiah, setelah dicek petugas ternyata nomor seri uang tersebut sama. Serta warna uang lebih pudar dari uang aslinya," ungkap Kasat.

Saat diinterogasi dua tersangka ini mengakui telah mencetak atau membuat Upal dengan mesin cetak.

Pencetakan Upal itu dilakukan mereka bersama-sama. 

Selain dua orang ini mereka dibantu rekannya berinisial IM saat diamankan tidak berada di rumah tersebut.

Baca juga: Security Perusahaan HTI Patok Paksa Tanah Adat Suku Sakai di Riau, Polisi Tidak Lakukan Apapun

Baca juga: Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau KU 10-20 Tahun Rp 2.506 dan Harga Tertinggi Sejak 2010

Baca juga: Normalisasi Sungai di Kota Pekanbaru Terkendala Sebab Lembaga Ini Tak Punya Dana Operasional

"IM dari keterangan dua tersangka ini sedang berada di Pekanbaru, kita masih mengejar tersangka IM, statusnya masuk dalam DPO Polres Bengkalis," tambah Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 36 ayat (2) Udang undang  RI nomor 07 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman pidana paling lama sepuluh tahun.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved