Breaking News:

Larangan Mudik, Kapal Penumpang di Kepulauan Meranti Dipastikan Tidak Beroperasi 6 Sampai 7 Mei 2021

Larangan mudik, seluruh angkutan kapal penumpang di Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan berhenti beroperasi dari 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Tribun Pekanbaru/Teddy
FOTO ILUSTRASI - Suasana Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti Selasa (2/6/2020). Larangan mudik tahun ini, kapal penumpang di Kepulauan Meranti dipastikan tidak beroperasi 6 Sampai 7 Mei 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Larangan mudik, seluruh angkutan kapal penumpang dari dan menuju luar provinsi dari Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan berhenti beroperasi dari 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Hal ini sesuai dengan surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 2021.

Berdasarkan surat edaran yang ditentukan oleh pemerintah itu, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan tidak memberikan izin keberangkatan kapal penumpang dalam memutuskan rantai Covid-19 yang semakin marak terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, dan sesuai aturan yang ditentukan oleh pemerintah bahwa, Kapal bertujuan Selatpanjang - Tanjung Balai Karimun- Batam dan tanjung pinang mulai 6 Mei sampai 17 mei 2021 sementara tidak dioperasikan menjalang lebaran idul Fitri.

"sesuai dengan surat dari tim gugus Covid dan Dinas perhubungan mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah bahwa kapal bertujuan antar provinsi tidak beroperasi lagi untuk sementara, dan kapal penumpang bertujuan balai Karimun, Batam dan Tanjung pinang distop dulu," ujarnya Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang Seoharto, Selasa (27/4/2021).

Walaupun demikian sampai saat ini belum ada kebijakan untuk menghentikan transportasi untuk dalam provinsi.

"Kalau untuk di daerah Provinsi Riau saat ini masih berjalan dan hal itu hanya untuk diluar provinsi Riau saja, untuk itu diperbolehkan dengan catatan masing-masing tim gugus apakah dari berupa surat kesehatan," jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti Umaiyah Yatim mengatakan sampai saat ini kapal angkutan tetap beroperasi.

Bagi penumpang yang berasal dari luar provinsi dipastikan harus memiliki surat keterangan menjalani pemeriksaan rapid antigen.

"Kalau itu tidak punya, maka penumpang akan diperiksa antigen di Pelabuhan kita sesuai aturan," ujarnya.

Sementara itu untuk penumpang dari dalam provinsi dikatakannya belum ada kebijakan untuk rapid test antigen sebagai syarat untuk keluar maupun masuk dari pelabuhan Selatpanjang.

"Sampai sekarang belum ada kebijakan tersebut, yang pasti itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari luar provinsi sepeeti Batam dan Tanjung Balai Karimun," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved