Breaking News:

Israel-Hamas Gencatan Senjata, Warga: Terima Kasih Tuhan

Di sisi lain, rentetan serangan yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza merenggut banyak korban jiwa.

MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencata mulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 waktu setempat.

Pengumuman tersebut disampaikan Hamas dan televisi pemerintah Mesir pada Kamis (20/5/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kabinet keamanannya dengan suara bulat mendukung gencatan senjata dengan kelompok milisi di Gaza.

Setelah gencatan senjata tersebut dimulai, Jerusalem Post melaporkan bahwa warga memulai perayaan.

Banyak warga Gaza turun ke jalan pada Jumat pukul 02.00 untuk merayakan dimulainya gencatan senjata antara Hamas dengan Israel.

Baca juga: Tagih Utang ke Teman, Wanita Ini Malah Diancam Suami Teman Pakai Pisau,Awas Kalau Kamu Berani

Baca juga: Sosok Pria Berdaster Hebohkan Warga, Tertangkap Tangan Curi BH dan CD Wanita

Para warga akhirnya merasakan ketenangan setelah pekan lalu tidak bisa merayakan Idul Fitri karena dibombardir oleh serangan udara Israel.

"Tuhan maha besar dan terima kasih kepada Tuhan," teriak mereka dalam bahasa Arab.

Mobil-mobil memenuhi jalan-jalan utama Gaza. Para sopir mobil membunyikan klakson dan mengibarkan bendera dari jendela.

Hamas menganggap gencatan senjata tersebut merupakan tanda bahwa perlawanan mereka berhasil melawan musuh yang lebih kuat secara militer dan ekonomi.

Baca juga: Pasca Kunjungan Presiden Jokowi, Kasus Covid-19 di Riau Meningkat Lagi, 432 Kasus Positif Baru

Baca juga: Pos Penyekatan Arus Balik Diperketat, Bupati Siak Tinjau Perbatasan di Kandis

Di sisi lain, rentetan serangan yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza merenggut banyak korban jiwa.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan, 232 warga Palestina tewas, termasuk 65 anak-anak.

Lebih dari 1.900 orang terluka akibat serangan udara Israel dan bombardir artileri.

Sementara itu, Israel mengatakan pihaknya telah menewaskan sedikitnya 160 kombatan di Jalur Gaza.

Sedangkan di Israel, korban tewas dilaporkan sebanyak 12 dan ratusan orang dirawat akibat serangan roket dari Jalur Gaza.

Baca juga: Sah Israel Menyerah: Sepakati Gencatan Senjata dengan Hamas

Baca juga: KETIKA Sekeluarga jadi Driver Ojol: Pernah Dihina Konsumen

Baca juga: KRONOLOGI & Fakta Tabungan Rp 30 Juta Tukang Tambal Ban yang Hilang & Kini Dikembalikan Bank

Di Tel Al-Hawa, Gaza, orang-orang mengatakan bahwa mereka merayakan keselamatan mereka dan menganggap gencatan senjata sebagai kemenangan.

"Ini adalah kemenangan besar atas penjajah. Kombatan kami memaksa mereka untuk melakukan gencatan senjata," kata Ahmed Amer (30) saat dia merayakan gencatan senjata dengan teman-temannya.

"Hari ini adalah saat Idul Fitri dimulai. Ya, kami turut berduka cita dan sedih atas orang-orang kami yang kehilangan rumah dan kerabatnya, tapi meski begitu, kami akan merayakannya," imbuh Amer.

Di tempat lain, kota Ramallah di Tepi Barat, ratusan orang juga turun ke jalan merayakan gencatan senjata.

SUMBER

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved