Breaking News:

Niatnya Interview, Wanita Ini Malah Digoda & Diajak Nginap, Kenali Modusnya!

Sejak Sabtu (12/6/2021), telah ditonton sebanyak 736,2 ribu kali dan disukai oleh 13,7 ribu pengguna TikTok.

Editor: Firmauli Sihaloho
Freepik
FOTO Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah video viral yang memperlihatkan pengalaman seorang gadis yang mengaku menjadi korban penipuan berkedok interview kerja.

Video tersebut diunggah oleh pengguna akun TikTok @selvinarhmtika.

Sejak Sabtu (12/6/2021), telah ditonton sebanyak 736,2 ribu kali dan disukai oleh 13,7 ribu pengguna TikTok.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); });

Dalam video pengunggah juga menuliskan sebuah caption.

"Jadi awalnya aku dapet panggilan buat interview."
"Aku udah usaha semaksimal mungkin dan niat banget untuk bergabung di perusahaan itu."

"Sebenarnya orang tua udah mimpi enggak enak dan perasaan beliau memang lagin was-was."

"Setelah kejadian itu baru aku pastiin buat cari info di Google."

"Sampai pihak HRD bilang kangen sangat tidak masuk akal."

"Untung saya masih bisa pulang dengan selamat," tulisnya.

Baca juga: Pria Ini Ceritakan bagaimana Rasanya 30 Detik berada di Dalam Mulut Ikan Paus

Baca juga: ZODIAK Hari Ini Minggu: Scorpio Lebih Selektif, Aquarius Bersenang-Senang

Berawal dari Mencari Loker di Instagram

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, pengunggah bernama Selvina mengatakan kejadian terjadi pada 4 Maret 2021 lalu.

Tepatnya di sebuah kawasan perkantoran di Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

"Kejadiannya tepat tanggal 4 Maret 2021," kata Selvina kepada Tribunnews.com, Kamis (10/6/2021).

Kepada Tribunnews.com, Selvina pun menceritakan kronologi kejadian penipuan yang telah dialaminya.

Baca juga: INI Daftar 10 Kota Paling Nyaman di Dunia, Indonesia Tak Masuk Daftar

Baca juga: Suami Merantau ke Papua, Istri Ditiduri Berondong, Ditangkap Usai Berhubungan Intim

Selvina mengatakan, awalnya ia mencari loker di media sosial Instagram.

Lalu ia menemukan lowongan kerja ekspedisi express.

Merasa tertarik, Selvina pun memutuskan untuk melakukan registrasi online melalui aplikasi WhatsApp.

Kemudian, Selvina mendapatkan panggilan interview kerja dari perusahaan tersebut.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa Selvina mendapatkan penempatan di ekspedisi kargo Bandara Soekarno-Hatta.

"Ketika saya mencari loker di sosmed, lebih tepatnya di Instagram," ujarnya.

Baca juga: Hasil Belgia vs Rusia, 1-0 di Babak Pertama, Romelu Lukaku Bikin Gol Perdana

Baca juga: AWAS! Dilarang Masuk Malaysia Hingga 28 Juni, Ini Penyebabnya

"Lalu saya menemukan lowongan kerja ekspedisi exspres. Kemudian singkat cerita saya berminat dan memutuskan registasi online via WhatsApp."

"Kemudian saya dapat panggilan interview, lalu singkat cerita saya di terima dan beliau mengatakan saya penempatan di ekspedisi kargo Bandara Soekarno-Hatta," terang Selvina.

Namun anehnya, Selvina malah dimintai uang untuk pembuatan rekening di salah satu Bank BUMN sebesar Rp 500 ribu.

Tak cukup disitu, selang beberapa menit, Selvina kembali dimintai uang untuk biaya pelatihan sebesar Rp 1,35 juta.

Uang tersebut disebutkan untuk biaya pembuatan ID member, jasa seminar, serta jasa fasilitator.

"Setelah itu tiba-tiba beliau meminta uang Rp 500 ribu untuk pembutan rekening bank. Kemudian selang beberapa menit, beliau mengatakan bahwa saya harus ikut pelatihan terlebih dahulu."

"Dan ada biaya sebesar Rp 1,35 juta. Dengan rincian Id member, jasa seminar, jasa fasilitator," ungkapnya.

Mulai Merasa Aneh Saat KTP Ditahan

Selvina mengaku mulai merasakan keanehan saat KTP-nya ditahan oleh pihak perusahaan.

Semua pintu yang ada di perusahaan tersebut ditutup rapat selama ada aktivitas di dalam kantor.

Yang berada di luar kantor hanyalah dua orang satpam.

"Kemudian di situ saya mulai merasa enggak aman dan yang lebih anehnya KTP saya di tahan beliau ditaruh di laci. "

"Pintu semua di tutup aktivitas semua di dalam kantor dan tidak ada aktivis di luar kecuali dua satpam," ujar gadis asal Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Setelah itu, Selvina mencoba untuk meminta rekening bank yang telah ia bayar sebelumnya.

Namun pihak perusahaan mengatakan jika rekeningnya baru bisa diambil besok setelah Selvina menyetujui untuk mengikuti pelatihan.

Jika Selvina menyetujui pelatihan, maka otomatis ia harus membayar biaya pelatihan sebesar Rp 1,35 juta.

Diantar ke ATM Center karena Takut Kabur dari Perusahaan

Ketika jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, Selvina memutuskan untuk salat Ashar, tapi saat bertanya di mana tempat salat, pihak perusahaan mengatakan tidak ada.

Setelah itu Selvina mulai panik dan ingin kabur dengan alasan uangnya ada di ATM.

Kembali muncul keganjalan lainnya, Selvina diantar hingga ke ATM center, seakan-akan takut jika ia kabur.

"Lalu kemudian saya melihat jam di situ menunjukan jam empat sore, dan saya mau memutuskan sholat asar. Anehnya saat saya menanyakan tempat buat salat, di dalam maupun mushola di luar, beliau mengatakan tidak ada."

"Disitu saya mulai panik dan saya mau kabur dengan alasan uang saya di ATM. Di situ mulai banyak muncul keganjalan, tiba-tiba saya diantar sampai di depan ATM center seakan mereka takut saya kabur," tuturnya.

Akhirnya Selvina memutuskan untuk menyerahkan uang miliknya kepada pihak perusahaan dan mendesak untuk pulang.

Salah satu atasan perusahaan pun mengingatkan Selvina agar jangan lupa besok untuk mengikuti pelatihan kerja.

Bahkan atasan tersebut sampai memberikan tawaran untuk bermalam di rumahnya.

Selvina pun dengan tegas menolak dan tetap memaksa untuk pulang.

Beruntung, setelah itu Selvina bisa pulang dengan selamat.

"Kemudian saya memberi keputusan untuk menyerahkan sejumlah uang saya dan saya mendesak untuk pulang."

"Hingga salah satu dari atasan mereka mengingatkan kepada saya untuk besok mengikuti pengarahan kerja, dan memberi tawaran untuk bermalam di tempat beliau."

"Saya menolak dan tetap kekeh ingin pulang."

"Waktu itu saya naik angkutan umum (KRL) dan saya takut ketinggalan pemberangkatan. Singkat cerita Alhamdulillah saya bisa pulang dengan selamat dan saya mengiklaskan semua itu," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Kisah Gadis Korban Penipuan Berkedok Interview Kerja, Dimintai Uang hingga Rp 1,8 Juta

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-BelowArticles'); });
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved