Breaking News:

Ayah Rafael Dikejar Polisi Suruh Teken Berkas Ketidak Lulusan Anak Di Bintara Polri

Ia diminta untuk menandatangani satu dokumen yang dia tidak tahu apa isinya.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Rafael Malalangi (baju batik) bersama ayah ibunya mendatangi Mapolda Sulut, Jumat (30/07/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kenly Malalangi, ayah dari Rafael Malalangi peserta seleksi Calon Bintara di Polda Sulut yang gagal setelah diumumkan lulus melalui YouTube membongkar kejanggalan di balik ketidak lulusan anaknya.

Ia diminta untuk menandatangani satu dokumen yang dia tidak tahu apa isinya.

"Saya menolak menandatangani dokumen itu, sebab saya yakin akan berakibat buruk pada anak saya," ungkapnya.

"Mereka berupaya agar saya menandatangani dokumen yang disodorkan tetapi saya tolak. Bahkan, saat saya mau pulang dan sementara menuruni tangga Polda Sulut, saya masih diminta untuk tandatangan," papar Kenly.

Kekhawatirannya akhirnya terjadi. Saat pengumuman susulan pada 29 Juli 2021, nama anaknya Rafael Malalangi sudah tidak ada lagi dalam daftar.

"Saya kecewa, sedih, mengapa ini bisa terjadi," katanya.

Berikut ini fakta-fakta gagalnya calon peserta seleksi  Polri di Polda Sulut yang dirangkum Tribun Manado.

1. Malu Kepada Warga

Rafael Malalangi menangis karena perasaan malu, kecewa dan bingung, mengapa namanya bisa hilang di daftar pengumuman susulan.

"Padahal, saat pengumuman online pada Tanggal 22 Juli, nama saya ada di Nomor Urut 22. Kami semua menyaksikan pengumuman secara online itu," ungkap Rafael dengan terbata-bata sambil menunduk, saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (29/7/2021).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved