Breaking News:

Karhutla di Riau, 1 Ha Lahan Gambut Terbakar di Desa Pulau Muda Pelalawan, MPA Langsung Bergerak

Total lahan yang terbakar mencapai kurang lebih satu hektar yang merupakan laham gambut di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Sesri
ISTIMEWA
MPA melakukan patroli ke lokasi bekas Karhutla di Parit Baru Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Jumat (13/08/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK MERANTI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali muncul di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Kamis (12/08/2021) lalu.

Api melalap lahan milik masyarakat setempat hingga hangus.

Api muncul di Parit Baru Desa Pulau Kecamatan Teluk Meranti yang terpantau sejak pagi hari.

Si jago merah membesar lantaran menyala di atas lahan gambut.

Untung saja Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa setempat bergerak cepat dan melakukan pemadaman sejak api terdeteksi.

"Tim dari MPA yang turun ke lokasi untuk memadamkan sejak api muncul dan hingga tuntas," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto melalui Kabid Kedaruratan Ahmadi, Jumat (13/08/2021).

Baca juga: 323 Ha Lahan di Pelalawan Terbakar hingga Juli 2021,Tersebar di 34 Desa, Ini Daerah Rentan Karhutla

Baca juga: Jerih Payah Petugas Pemadaman Karhutla di Bengkalis Belum Tuai Hasil, Sudah 4 Hari Berada di Lokasi

Dikatakan Ahmadi kepada tribunpekanbaru.com, api berhasil dikuasi pada sore hari dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga tuntas.

Saat tim MPA kembali melakukan patroli ke lokasi bekas Karhutla di Pelalawan pada Jumat (13/08/2021) pagi, api dan asap tidak ada lagi ditemukan.

Total lahan yang terbakar mencapai kurang lebih satu hektar yang merupakan laham gambut.

"Tadi pagi mereka melaporkan kondisinya sudah aman dan tidak ada api maupun asap lagi," tandas Ahmadi.

Hari ini, lanjut Ahmadi, terpantau tujuh hotspot di Pelalawan yang tersebar di tiga kecamatan.

Empat titik panas ada di Teluk Meranti, dua titik di Kecamatan Pelalawan, dan satu lagi di Pangkalan Kuras.

Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, ternyata tujuh hotspot itu tidak berpotensi menjadi titik api atau firespot.

( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved