Breaking News:

Dituduh Hadir Pada Kesepakatan dengan PT WSSI, Ketua DPRD Siak dan Asisten I Sebut Itu Fitnah

Ketua DPRD Siak dan Asisten I Siak menjawab tuduhan hadir pada kesepakatan dengan PT WSSI sebagai fitnah.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Ketua DPRD Siak dan Asisten I Siak menjawab tuduhan hadir pada kesepakatan dengan PT WSSI sebagai fitnah. FOTO: Ketua DPRD Siak H Azmi dicegat wartawan di loby utama kantor gubernur Riau usai menghadiri rapat konflik lahan PT WSSI dengan warga Siak, Jumat (30/7/2021) di kantor Gubernur Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Ketua DPRD Siak dan Asisten I Siak menjawab tuduhan hadir pada kesepakatan dengan PT WSSI sebagai fitnah.

Ketua DPRD Siak H Azmi SE dan Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono dituduh menghadiri pertemuan penjalian kesepakatan antara penghulu kampung Buatan I dan Buatan II dengan PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI).

Keduanya kompak menyebut tuduhan itu tanpa dasar dan terkesan fitnahan.

“Kapan saya hadir pada kesepakatan untuk WSSI, itu jelas fitnah. Saya hadir pada rapat yang diundang Pemprov Pada 30 Juli 2021 di kantor gubernur, tidak ada kesepakatan apa-apa, bahkan rapat deadlock,” kata Azmi, Senin (16/8/2021).

Ia mengatakan, fitanahan itu sengaja dibuat oleh orang yang tak bertanggungjawab serta tidak memihak kepada kepentingan masyarakat banyak.

Ia menduga kesepakatan yang digaung-gaungkan pihak-pihak terkait tersebut hanya untuk memuluskan pengambilan kayu akasia yang tumbuh di tanah objek.

“Karena dari awal memang terlihat beberapa orang berpihak kepada kepentingan PT WSSI. Kemudian mereka buatlah kesepakatan antara mereka bahwa PT DSSI itu akan memenuhi tanggungjawabnya untuk membangun kebun plasma, nah jadi selama 20 tahun ini kemana saja, kok ketika mau ambil kayu akasia baru dibuat kesepakatan. Inikan akal bulus namanya,” kata dia.

Azmi mengatakan tetap pada prinsip awalnya bahwa mendorong Pemerintah mencabut Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT WSSI.

Kemudian meminta Pemprov Riau mencabut Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) PT WSSI, yang telah memancing konflik di kampung Buatan I dan Buatan II.

“Kita tetap berada pada prinsip itu, sebagaimana aspirasi masyarakat sejak awal. Terkait ada oknum dari yang menyampaikan aspirasi ini sejak awal kemudian membelot ke PT WSSI, itu bukan tanggungjawab saya, itu tanggungjawab moralitas oknum tersebut,” kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved