Breaking News:

Seleb

Eks Napi Pelecehan Seksuak Anak Disambut Bak Pahlawan, Komnas Perlindungan Anak Kecam Saipul Jamil

Kejahatan seksual, menurut Arist, adalah tindak pidana luar biasa dan pelakunya seharusnya dihukum berat.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Pedangdut Saipul Jamil akhirnya menghirup udara segar setelah lima tahun mendekam didalam penjara, atas kasus asusila dan suap panitera dan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penyambutan Saipul Jamil setelah bebas hingga saat ini berbuntut panjang.

Banyak pihak yang mengecam prosesi penyambutan itu.

Salah satunya Komnas Perlindungan Anak.

Komnas PA meminta masyarakat memboikot semua tayangan televisi dan media lainnya yang menyiarkan kegiatan mantan napi kasus kekerasan seksual Saipul Jamil.

Dirinya meminta media massa serta media sosial tidak memberikan tempat kepada Saipul Jamil.

"Meminta dan mendesak Production House, televisi dan media sosial, Youtubr dan media online lainnya untuk tidak memberikan tempat bagi Saipul Jamil untuk menyiarkan dirinnya," ujar Ketua Umun Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait melalui keterangan tertulis, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Liverpool Kelimpungan Mohamed Salah Minta Naik Gaji, Hampir Sama dengan Gaji Ronaldo di Liga Inggris

Baca juga: Perkembangan Terbaru Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi, 5 Tersangka Ditangani Polda Riau

Selain itu, Arist meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menindak tegas stasiun televisi yang menayangkan soal Saipul Jamil.

Arist mengatakan pihaknya akan bertulis surat kepada KPI untuk mendapat dukungan agar tayangan televisi sungguh-sungguh taat pada UU Penyiaran dan akan membuat petisi masyarakat untuk boikot tayangan Saipul Jamil.

"Meminta KPI bertindak tegas jika unsur-unsur pidananya terpenuhi maka KPI bisa memberikan sanksi administratif, teguran bahkan mencabut ijin penyiaran," kata Arist.

Menurut Arist, kejahatan seksual yang dulu pernah dilakukan Saipul Jamil merupakan tindak pidana kejahatan yang serius dan tidak bisa ditoleransi. Dirinya mengatakan kejahatan seksual merendahkan martabat kemanusiaan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved