Breaking News:

Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru Keberatan dengan Kebijakan Wajib PCR

Penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengaku keberatan dengan kebijakan wajib tes PCR.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
TribunPekanbaru/RizkyArmanda
Penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Minggu (24/10/2021), mengaku keberatan dengan kebijakan wajib tes PCR. FOTO: Seorang calon penumpang diperiksa kondisi suhu tubuhnya dengan thermal gun oleh petugas sebelum masuk ke counter check in, Jumat (24/4/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengaku keberatan dengan kebijakan wajib tes PCR.

Mereka wajib menyertakan hasil tes PCR bila hendak melakukan penerbangan dari maupun ke Pulau Jawa.

Satu di antaranya Arif.

Ia mengaku harus mengeluarkan uang hampir setengah juta rupiah untuk menjalani tes PCR di luar biaya tiket pesawat.

Jumlah itu hanya untuk mendapat hasil tes PCR dari Jakarta menuju Pekanbaru.

Ia harus membayar Rp 495.000 guna menjalani tes PCR untuk sekali berangkat.

"Sebenarnya memberatkan juga ya, tidak cuma masalah biaya. Tapi waktunya rata -rata 24 jam saja untuk hasil PCR," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (24/10/2021).

Karyawan swasta menyebut hasil tes PCR itu bakal sulit dipakai bila ada keperluan mendadak

. Apalagi masa waktu atau masa berlaku hasil tes PCR itu hanya sebentar.

"Tes swab antigen jauh lebih efisien, minimal antigen lah. Apalagi angka vaksin juga tercapai, kasus juga ada penurunan, kalau bisa pemerintah ubah peraturannya lagi minimal antigen saja," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved