Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Edy Rahmayadi Disomasi, Diadukan ke DPRD, Dilaporkan ke Mendagri dan Ulama Diminta Menasehatinya

Berbuntut panjang, Edy Rahmayadi diminta untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia juga dilaporkan ke Mendagri, DPRD dan Ulama

Editor: Budi Rahmat
Tribun-Medan.com/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ditemui di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Aksi jewer dan pengusiran buang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbuntut panjang. Ia diminta untuk segera minta maaf.

Somasi sudah dilayangkan kepada Edy Rahmayadi. Selanjutnya proses hukum bisa berjalan jika tidak digubris.

Edy Rahmayadi diminta untuk menyampaikan permohonan maafnya karena diduga telah mempermalukan Khoiruddin (Choki) Aritonang di depan umum.

Baca juga: Dijewer Edy Rahmayadi, Pelatih Biliar Beri Waktu Gubernur Sumut 1x24 Jam untuk Minta Maaf

Choki tidak terima dengan perlakuan Edy Rahmayadi yang menjewer dan mempermalukannya di depan umum.

Ditambah, Edy juga melontarkan kata yang menyinggung.

Selain di somasi, Edy Rahmayadi juga dilaporkan ke DPRD Sumut, Mendagri dan meminta ulama menasehatinya

Koalisi Advokat Menolak Arogansi Sumatera Utara selaku tim kuasa hukum pelatih biliar tim PON Sumut, Khoiruddin (Choki) Aritonang telah melayangkan peringatan hukum atau somasi kepada Gubernur Edy Rahmayadi, Kamis siang kemarin.

Somasi tersebut menuntut Edy menyampaikan permintaan maaf dalam batas waktu 1x24 jam atau paling lambat pada Jumat (31/12/2021), pukul 14.00 WIB.

Jika tidak, Choki akan langsung mengadukan Edy Rahmayadi karena telah menjewer dan menyebutnya dengan kata "sontoloyo" kepada polisi.

Edy juga akan diadukan ke Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Sumut.

Salah satu kuasa hukum Choki, Teguh Syuhada mengungkapkan, selain tiga instansi itu, perlu juga bagi mereka untuk melaporkan tindakan Edy yang mereka nilai arogan itu kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Tiga Partai Pengusung Edy Rahmayadi Sarankan Gubernur Sumut Minta Maaf

"Perlu juga, kami laporkan ke MUI Sumut," kata Teguh dalam jumpa pers di salah satu kafe di Medan, Kamis (30/12/2021).

Mereka punya alasan tersendiri kenapa masalah tersebut harus dilaporkan ke MUI.

Dekat dengan ulama

Selama ini, Gubernur Edy terkenal cukup dekat dengan para ulama.

Sehingga ia berharap para ulama dan tokoh agama Islam di Sumut, dapat memberikan nasehat terhadap Gubernur Edy untuk dapat merubah sikapnya.

Agar tidak ada lagi orang yang sakit hati atas sikapnya.

"Pak Edy tagline-nya dekat sama ulama, dekat sama umat. Komunikasi dan interaksinya menyakiti umat dan masyarakat. Kami harap kepada ayahanda dan ulama kasih nasehat kepada dia. Jangan jadi pembenaran seperti itu," jelasnya.

Teguh berharap dengan kejadian ini, Gubernur Edy dapat mengubah sikapnya lebih santun, bukan menunjukkan arogannya di muka umum. Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu adalah pejabat publik yang memberikan contoh baik dan menjadi panutan.

"Kalau hal ini, sudah clear. Kami berharap jangan lagi terulang di Sumatera Utara ini. Ini dilakukan seorang pejabat publik, bukan kali pertama ini. Saya rasa ini, bukan rahasia bagi kita lagi," ucap Teguh.

Dipermalukan di Depan Umum

Khoiruddin Aritonang, pelatih biliar yang dijewer Gubernur Edy Rahmayadi mengungkapkan, bukan dirinya saja yang dimaki-maki oleh Gubernur Edy pada acara itu.

Baca juga: Kupingnya Dijewer Gubernur Sumut, Coki Menyesal Jadi Tim Sukses Edy Rahmayadi

Pria yang akrab disapa Choki itu menyebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Ardan Noor dan Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis juga ikut dipermalukan di hadapan orang yang hadir dalam acara itu.

"Dimaki-maki orang di dalam itu. Bukan aku saja dimaki. Kadispora paok (bodoh) kau. Ketua KONI disuruhnya semir rambutnya. Nyanyi klen (atlet) olahraga jaya. Apanya yang jaya," ucap Choki menirukan apa disampaikan Edy melalui sambungan telepon, Selasa (28/12/2021).

Choki menyesalkan sikap dari Edy Rahmayadi itu, seharusnya menjadi sosok pemimpin panutan sebagai Gubernur, bukan sebaliknya.

Hal ini akan memperlakukan dirinya sendiri sebagai pemimpin tertinggi di Sumatera Utara ini.

Dia menyebutkan, baru kali ini melihat ada pemimpin yang marah gara-gara tak tepuk tangan saat dia berbicara.

"Baru kali ini lihat pemimpin, orang tidak tepuk tangan (saat) dia cakap, dia marah," kata pria yang akrab disapa Choki ini.

Baca juga: Hebat Juga Edy Rahmayadi, Bisa Tau Orang yang Berkumis Jiwanya Tua, Pelatih Sumut Tak Boleh Kumisan

Motivasi

Insiden ini bermula saat Edy tengah memotivasi para pelatih dan atlet peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas gubernur di Medan, Senin kemarin.

Saat itu, sebagian besar bertepuk tangan. Pada satu momen, Edy melihat Choki tak tepuk tangan.

Dia kemudian dipanggil ke podium lalu dijewer Edy.

Choki membantah pemberitaan yang menyebutkan dia tertidur saat itu.

Menurut dia, kata-kata Edy saat itu biasa-biasa saja, sehingga tak terlalu perlu untuk diapresiasi dengan tepuk tangan.

"Sampai di atas, pertanyaan kenapa kamu tidak tepuk tangan saat saya berbicara. Aku bingung, apa yang harus aku tepuk tangankan," kata Choki.

Baca juga: LBH Sebut Sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Rendahkan Harkat dan Martabat Manusia

Lagipula, tambahnya, selama ini perhatian Edy terhadap dunia olahraga Sumut hanya datang pada saat-saat menjelang even atau pertandingan besar.

Tak ada hal yang luar biasa yang dilakukan Edy selama menjabat sebagai gubernur, terutama untuk kemajuan olahraga.

"Bukan ada program spektakuler dia lakukan dan dia bicara di situ. Kecuali, ada program spektakuler yang dimunculkan, aku tidak tepuk tangan wajarlah dia tersinggung," ungkapnya.

Choki mengaku sampai kini masih kesal dengan sikap Gubernur Sumut itu.

Dia seolah-olah dipermalukan di depan umum.

Pilih turun podium

Apa disampaikan Gubernur Edy, Choki mengaku sudah emosi.

Selain dimaki, dia juga sempat dijewer kupingnya. Pelatih biliar ini lebih memilih turun dari atas podium dan keluar dari aula tersebut.

Baca juga: Coki Bakal Laporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Jangan Arogan Jadi Pemimpin

Dia mengaku berusaha menahan emosinya saat dimaki Edy. Apalagi dia disebut dengan kata sontoloyo.

Choki kemudian memilih turun dan langsung keluar.

"Daripada saya emosi, sama-sama tidak enak. Kita menjaga, dia orangtua kita," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir pelatih biliar Choki Aritonang saat acara penyerahan bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX, Senin (27/12/2021).

Insiden ini terjadi saat Edy tengah memberi kata sambutan dan memotivasi pada atlet dan pelatih.

Pada satu momen, Edy melihat Choki tak bertepuk tangan saat sebagian besar hadirin bertepuk tangan.

"Yang pakai kupluk itu siapa? Kenapa enggak tepuk tangan," tanya Edy sembari menunjuk ke arah Choki.

Edy lantas memanggil Choki ke panggung. "Atlet apa kau," tanya Edy lagi.

Choki kemudian menjawab bahwa dia pelatih biliar.

"Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy.

Dia kemudian menjewer kuping Choki dan sempat mengeluarkan kata sontoloyo. Choki kemudian turun panggung dan langsung keluar.

"Sudah, pulang. Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah lagi di sini," tegas Edy.

Edy melanjutkan kata sambutannya. Dia kemudian meminta KONI dan Dispora mengevaluasi cabang olahraga biliar.

"Evaluasi. Kadispora, Ketua KONI. Yang tak pantas, tak usah (dipakai lagi)," jelasnya.(*)

(Tribunpekanbaru.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved