Breaking News:

Subsidi Minyak Goreng Dicabut

Subsidi Minyak Goreng akan Curah Dicabut, Harganya Masih Normal di Bengkalis

Beberapa hari sebelum ketentuan subsidi akan dicabut, minyak goreng curah di Bengkalis sampai sejauh ini masih dijual dengan harga normal.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Beberapa hari sebelum ketentuan subsidi akan dicabut oleh pemerintah pusat, minyak goreng curah di Bengkalis sampai sejauh ini masih dijual dengan harga normal. FOTO: Pasar Terubuk di Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Beberapa hari sebelum ketentuan subsidi akan dicabut oleh pemerintah pusat, minyak goreng curah di Bengkalis sampai sejauh ini masih dijual dengan harga normal.

Ditingkat pengecer harga minyak goreng curah di Bengkalis dijual Rp 17.000 perkilogramnya.

Hal ini diungkap Helen pemilik warung harian di Bengkalis, Minggu (29/5/2022) sore.

Menurut dia sejauh ini belum ada kenaikan sama sekali terkait harga minyak goreng curah tersebut.

"Kalau harga minyak curah masih normal, kita jual Rp 17.000 perkilogramnya. Masih normal sama seperti biasanya," terangnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pedagang di Riau Khawatir Subsidi MInyak Goreng Curah Dicabut

Baca juga: Disperindag Pekanbaru Tunggu Teknis Kebijakan Penghentian Subsidi Minyak Curah

Terkait rencana pemerintah pusat akan mencabut subsidi minyak goreng curah pada akhir bulan ini, pemilik warung sama sekali belum mendapat kabar.

Sampai saat ini belum ada kabar diterimanya dari distributor minyak goreng curah terkait hal ini.

"Kalau terkait kenaikan harga atau subsidi di cabut kita belum dapat kabar. Biasanya jika ada perubahan harga pihak distributor memberikan informasi ke kita," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis Zulpan saat di konfirmasi terkait rencana pemerintah pusat mencabut subsidi minyak goreng curah mulai 31 Mei mendatang mengatakan belum mengetahuinya.

Menurut dia sampai saat ini belum ada surat edaran diterima pihaknya dari pemerintah pusat.

"Belum tau, karena ada surat edaran dari pemerintah pusat terkait hal ini," jawabnya singkat.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved