Breaking News:

Berita Riau

Pria di Inhil Diseret Buaya ke Dalam Sungai, Korban Ditemukan Meninggal 

Seorang pria di Inhil ditemukan tidak bernyawa setelah diseret buaya ke dalam sungai pada Sabtu (21/1/2023) lalu.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Net
Seorang pria di Inhil ditemukan tidak bernyawa setelah diseret buaya ke dalam sungai pada Sabtu (21/1/2023) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang pria di Inhil ditemukan tidak bernyawa setelah diseret buaya ke dalam sungai pada Sabtu (21/1/2023) lalu.

Seekor buaya jenis muara berjenis kelamin jantan, menerkam dan menyeret pria bernama Dahlan (40) ke dalam sungai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Lokasi kejadian berada di Desa Tekulai Bugis, Kecamatan Tanah Merah.

Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Andri Hansen Siregar mengatakan, peristiwa warga diterkam buaya terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketika itu disebutkannya, Dahlan tengah mencari kayu bakar untuk memasak gula merah. Aktivitas pencarian kayu dilakukan di pinggir sungai.

Sementara sang istri, berada di pondok yang tak jauh dari lokasi Dahlan berada.

Tiba-tiba, istri korban mendengar teriakan Dahlan yang berada di pinggir sungai.

"Istrinya lalu menghampiri korban, tapi korban tidak terlihat lagi. Dia hanya melihat air (sungai) yang mengeruh," ucap Hansen, Senin (23/1/2023).

Atas peristiwa tersebut, istri korban memberi tahu warga lainnya. Muncul dugaan, Dahlan diterkam dan dibawa buaya.

"Setelah dilakukan pencarian, sekitar pukul 17.00 WIB korban ditemukan berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian, korban dalam keadaan meninggal dunia," tutur Hansen.

Ia menerangan, korban mengalami luka di bagian tangan. Buaya diketahui menerkam dan langsung menenggelamkan tubuh korban.

Lanjut Hansen, pihaknya bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Inhil melakukan pencarian terhadap buaya yang berkonflik dengan warga.

"Tengah malam, buaya berhasil dievakuasi, buaya diamankan saat ini Markas Damkar Inhil. Buaya jenis buaya muara, panjang 3,7 meter dan lebar 68 centimeter. Jenis kelamin jantan," bebernya.

Hansen berujar, kondisi geografis di Inhil yang didominasi perairan, memang menjadi habitat dari buaya.

Apalagi warga membuat parit-parit yang terkoneksi dengan sungai besar. Hal ini menyebabkan buaya dapat sampai ke parit dekat pemukiman warga.

"Sehingga kecenderungan terjadinya konflik sangat besar, apalagi masyarakat juga bergantung dengan sungai," ungkap dia.

Dirinya menambahkan, buaya yang berhasil ditangkap ini, akan dilepasliarkan lagi ke habitatnya. Tim mencari lokasi pelepasliaran yang jauh dari pemukiman penduduk. ( Tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved