DPRD Pekanbaru
Target Tahun Ini Zero Stunting di Pekanbaru, DPRD Minta Pemko Tak Hanya Bermain Angka
Target Pemko Pekanbaru tahun 2024 ini, bisa zero kasus stunting (gizi buruk), didukung banyak kalangan.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Target Pemko Pekanbaru tahun 2024 ini, bisa zero kasus stunting (gizi buruk), didukung banyak kalangan.
Namun diharapkan, target yang dipancang tersebut, tidak hanya di atas kertas saja. Tapi benar-benar di masyarakat Kota Pekanbaru, tidak ada lagi kasus stunting.
Apalagi hanya bermain angka dan persentase, sementara di lapangan masih ada anak yang menderita stunting. Itu jangan sampai dilakukan, demi hanya untuk laporan ke pimpinan.
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM menyarankan, justru untuk penanganan stunting lebih tepat sasaran dan terarah, tidak hanya pengobatan korban saja.
Tapi harus dibantu secara menyeluruh, mulai dari kesehatan, ekonomi keluarga, pekerjaan, bantuan rumah, dan bantuan pendidikan bagi anak-anak keluarga stunting.
Masukan ini berdasarkan hasil kunjungan lapangan beberapa waktu lalu, bahwa korban stunting pasti masyarakat yang ekonominya lemah alias kurang mampu.
Bahkan anak-anak stunting yang dikunjunginya, kebanyakan bawaan sejak kecil, atau beberapa bulan setelah lahir.
"Penanganannya juga tak bisa sekali atau dua kali. Tapi kontinu. Apalagi asupan gizi bagi stunting, tidak sembarangan. Harus susu formula tertentu dan makanan tertentu. Lagi pula, kebanyakan anak stunting selain orangtuanya kurang mampu, juga penanganannya harus berkelanjutan," terang Nofrizal kepada Tribunpekanbaru.com. Selasa (23/1/2024).
Nofrizal sendiri sudah berkali-kali mengunjungi, dan memberikan bantuan kepada anak korban stunting di Kota Pekanbaru.
Baik itu di Kecamatan Sukajadi, Lima Puluh, Marpoyan Damai, dan daerah lainnya di Kota Pekanbaru ini. Dari semua anak stunting yang dikunjungi, para orangtuanya dalam kondisi kurang mampu secara ekonomi.
Bahkan rumahnya ngontrak, kerja serabutan, bahkan sebagian orangtuanya juga dalam kondisi sakit.
"Makanya, tidak bisa kesehatan anaknya saja ditangani sekali atau dua kali. Apalagi status sakit anaknya parah, tentu harus kontinu. Belum lagi setelah itu, jika tidak ada lagi bantuan stunting, sementara orangtuanya sakit dan tidak punya pekerjaan tetap, mau pakai apa pengobatan dan makanan bergizi selanjutnya," sebut Nofrizal lagi.
Karena itu, lanjut Politisi senior PAN ini meminta, agar penanganan stunting benar-benar serius dilaksanakan. Sebab, jika memang ditracking dari bawah, anak korban stunting itu masih ada.
Sejauh ini, penanganannya baru sebatas memberikan bantuan susu formula dan makanan, plus dua tiga kali dibawa berobat ke faskes. Sementara untuk penanganan komprehensifnya, belum dilaksanakan.
"Tentu target zero stunting tahun ini, harus kita dukung penuh, bahkan semua pihak harus terlibat jika ingin terealisasi. Jangan hanya konsep dan cita-cita mulia saja. Sementara action di lapangan minim, dan terkesan hanya pelepas tanya saja," katanya.
| BPJS PBI yang tak Aktif Masih Banyak Dikeluhkan Warga, Begini Saran Anggota DPRD Pekanbaru |
|
|---|
| WFH Perdana ASN di Pekanbaru, DPRD Khawatir Jadi Momen Libur Panjang |
|
|---|
| Instruksi Wako ke Satpol PP Penertiban PKL Jalan Subrantas, Begini Saran DPRD Pekanbaru |
|
|---|
| Resah Parkir Ilegal di Pekanbaru, DPRD Minta Pembatasan Jam Operasional di Semua Tempat |
|
|---|
| Warga Ngadu ke DPRD Pekanbaru, Petugas Kabel Internet Sembarangan Pasang Jaringan di Atas Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Wakil-DPRD-Pekanbaru-kunjingi-bocah-stunting.jpg)