Operasi Patuh Lancang Kuning

Terjunkan 70 Personil dalam Operasi Patuh Lancang Kuning2024, Kapolres Dumai: Jangan Arogan

Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton memimpin Apel gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2024, bertempat di Mapolres Dumai, pada Senin.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton memimpin Apel gelar Pasukan Operasi (Ops) Patuh Lancang Kuning 2024, bertempat di Mapolres Dumai, pada Senin (15/07/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton memimpin Apel gelar Pasukan Operasi (Ops) Patuh Lancang Kuning 2024, bertempat di Mapolres Dumai, pada Senin (15/07/2024).

Ops Patuh Lancang Kuning 2024, dimulai pada Senin (15/07/2024), hingga 28 Juli 2024, yang ditandai dengan pemasangan pita tanda operasi oleh Kapolres Dumai, kepada Personil dilapangan.

Operasi yang bersifat mandiri kewilayahan ini akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis melalui edukasi dan himbauan kepada masyarakat.

Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton mengungkapkan, dengan telah dilaksanakannya apel gelar pasukan, maka dua pekan ke depan pihaknya akan melaksanakan Operasi Patuh Lancang Kuning 2024.

Ia menerangkan, Operasi Patuh Lancang Kuning ini adalah operasi kewilayahan dengan mengedepankan upaya edukasi dan persuasif yang humanis, dan dengan penegakan hukum.

Baca juga: Breaking News: Hari Ini Operasi Patuh Lancang Kuning 2024 Dimulai, Kapolda Riau Minta Sesuai SOP

Baca juga: Operasi Tertib Berlalu Lintas Polres Inhil 2024 Dimulai, Ini Pesan Wakapolres

AKBP Dhovan menerangkan, untuk sasaran dalam kegiatan operasi adalah berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas, dan pihaknya menerjunkan 70 personil.

"Sasaran operasi yakni menggunakan HP saat berkendara, berada dalam pengaruh miras saat berkendara, pengemudi tanpa helm atau sabuk pengaman, melawan arus serta balap liar," tegasnya, Senin (15/07/2024)

Ia mengatakan, personil dilapangan akan bergerak secara Mobile dan akan menerapkan simtem ETLE jadi ke pengendara agar mematuhi lalu lintas.

Dirinya berpesan kepada personil, agar kegiatan operasi ini jangan dianggap seperti kegiatan yang rutin, tetapi berikan inovasi dan kreativitas dalam upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas kepada masyarakat, sehingga mampu menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan dan korban fatalitas akibat laka lantas.

Dirinya mengungkapkan, saat ini era nya berbeda, dalam menghadapi masyarakat sekarang tidak bisa seperti dulu, pelaksanaan operasi harus melihat dinamika masyarakat yang ada saat ini.

‎"Kita akan menggunakan pendekatan humanis, ini merupakan bagian dari keberhasilan operasi ini. Hindari sikap arogan dan tunjukkan bahwa Polri adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Kami berharap masyarakat melihat upaya ini sebagai bentuk kepedulian Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas," pungkasnya

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved