Kerangka Ibu dan Anak di Bandung

9 Tahun Ditinggalkan , Mudjoyo Tjandra Dapati Istri dan Anak Gadisnya Sudah jadi Kerangka

Akhirnya sosok pria yang namanya disebut di coretan dinding temuan kerangka ibu dan anak di Bandung, diperiksa . Ia berikan pengakuan panjang ke polis

Editor: Budi Rahmat
tangkap layar
Tim Inafis Polres Cimahi saat olah TKP di lokasi penemuan kerangka ibu dan anak. Ilustrasi - Sosok Suami Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat Diperiksa Polisi, Terkuak Alasan Pergi dari Rumah 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Akhirnya sosok Mudjoyo Tjandra (64) diperiksa polisi terkait dengan temuan kerangka ibu dan anak di Tanimulya untuk warga RT 10 , Bandung .

Sosok pria ini adalah orang yang dekat dengan kedua korban yang kerangkanya ditemukan terpisah .

Dua korban yang telah menjadi kerangka tersebut adalah Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Immanuel (24).

Keberadaan keduanya baru diketahui setelah enam tahun lamanya meninggal dunia .

Baca juga: Inilah Sosok Mudjoyo Tjandra, Suami yang Tinggalkan Istri dan Anak Hingga Jadi Kerangka

Makanya saat ditemukan keduanya hanya menyisakan kerangka saja .

Keduanya ditemukan terpisah di tempat tidur yang berbeda .

Nah , temuan kerangka keduanya membuat warga sekitar begitu heboh dan syok .

Ternyata orang yang pertamakali hendak membuka rumah tersebut adalah Mudjoyo Tjandra.

Ia yang meminta tolong warga untuk membantu membuka pintu yang terkunci dari dalam .

Nah , ada yang membuat polisi harus memeriksa intensif Mudjoyo Tjandra . Yakni adanya tulisan yang tertera di dinding rumah .

Tak sedikit publik menyoroti sosok suami korban karena Iguh dan Elia sempat meninggalkan jejak coretan dinding.

Dalam coretan dinding tersebut, nama suami disebut-sebut Iguh dan putrinya Elia.

Dalam corena dinding itu, Iguh menyinggung curhatan pilu ditinggalkan pergi oleh suami.

Karena hal itu, curhatan korban membuat sang suami ikut terseret.

Baca juga: Curhatan Sendu Elia Imanuel Putra di FB sebelum Tewas Tinggal Kerangka dengan Ibu

Kini, kepolisian pun turut memeriksanya sebagai saksi.

Lalu, siapa sosok suami korban kerangka di Bandung barat tersebut?

Ya, sosok suami korban Iguh Indah Hayati (55) itu adalah Mudjoyo Tjandra (64).

Kini, Mudjoyo Tjandra turut diperiksa polisi sebagai saksi atas kematian Iguh dan Elia.

Hal ini diungkap oleh Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2024).

"Iya (suaminya jadi saksi), untuk sementara kita masih mencari keterangan," ujar Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2024).

Dalam kejadian tersebut, Mudjoyo Tjandra menjadi sosok saksi yang pertama ke TKP.

Baca juga: Cari USB, Aku Tulis Pesan untuk Dibaca Polisi, Ada Petunjuk Misteri Kerangka Ibu dan Anak

Demikian pemeriksaan terhadap Mudjoyo Tjandra atau suami korban itu dilakukan karena dia orang pertama yang menemukan kerangka ibu dan anak tersebut.

Menurut pengakuannya, Mudjoyo berkunjung ke rumah Iguh dan Elia karena setelah lama tak bertemu karena pisah rumah.

Dari keterangan Mudjoyo itu juga terungkap fakta baru soal kepergiannya dari rumah TKP.

Ternyata Mudjoyo sudah pergi dari rumah yang ditempati Iguh sejak tahun 2015.

Artinya ia sudah meninggalkan Iguh dan Elia selama 9 tahun lamanya.

Ia pergi dari rumah Iguh karena pisah rumah namun tanpa perceraian.

"Menurut keterangannya masih pisah rumah, belum ada perceraian dan memang (suami) keluar dari rumah ini semenjak tahun 2015," katanya.

Sebelumnya beredar kabar suaminya itu meninggalkan rumah karena sudah bercerai sejak 2018 lalu.

Setelah penemuan kerangka tersebut, Mudjoyo tidak langsung kembali lagi ke tempat asalnya karena harus menjalani pemeriksaan hingga kasus penemuan kerangka ibu dan anak itu menjadi terang benderang.

Baca juga: Ibu dan Anak Ditemukan jadi Kerangka di Bandung : Ada Sosok Pria pada Curhatan di Dinding Rumah

Selama menjalani pemeriksaan, Mudjoyo tinggal di rumah keluarganya ada di sekitar Bandung Barat.

"Ada di sekitar sini (suaminya) karena memang ada keluarganya yang tinggal di sini. Jadi kita tetap masih terus melakukan pemeriksaan-pemeriksaan," ucapnya.

Sosoknya Disebut Dalam Curhatan Kedua Korban

Iguh dan Elia atau ibu dan anak korban mati tinggal kerangka di Bandung Barat itu meninggalkan jejak sebelum meninggal dunia.

Jejak yang dimaksud adalah berupa coretan dinding berisi curhatan kedua korban.

Kini coretan dinding tersebut di rumah TKP itu pun dijadikan barang bukti.

Coretan berisi curhatan itu dibuat kedua korban di dua lokasi berbeda.

Ada tulisan yang dibuat di bagian dinding di ruang tamu dan sebagian ada yang di kamar tempat ibu dan anak tersebut meninggal dunia.

Dalam curhatan tersebut, Iguh Indah Hayati (55) menyebut nama suaminya Mudjoyo Tjandra, permasalahan rumah tangga hingga wasiat dan permintaan terakhirnya kepada warga.

Dalam tulisan itu Iguh Indah Hayati juga menjelaskan bahwa rumahnya adalah haknya.

Ia memilih mewakafkan rumahnya utnuk warga Tanimulya untuk warga RT 10.

Bahkan Iguh juga mengungkap permintaan terakhirnya kepada Pak RT meminta tolong agar menagih rumah tersebut jika tidak diserahkan oleh Mudjoyo Tjandra.

Baca juga: Pesan Iguh sebelum Ditemukan jadi Kerangka , Rumah Diwakafkan ke Warga untuk Dibangun Masjid

“Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya,” tulisnya.

Iguh menyinggung agar warga menerima rumahnya dari suaminya Mudjoyo Tjandra.

Jika Mudjoyo Tjandra merebut hak atas rumahnya itu, ia menyebut suaminya berbuat jahat.

Selain wasiat, hal yang jadi sorotan, isi curhatan tersebut juga mengisyaratkan permasalahan dengan suaminya Mudjoyo Tjandra.

Iguh menyinggung masalah rumah tangganya soal mantan suaminya jika telah menikah.

“Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketiga mu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan?”

“Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu. Dipakang di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat karena kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia,” tulisnya.

Selain Iguh, Elia Immanuel (24) sang anak juga diduga membuat tulisan berisi curhatannya.

Ia menyinggung keinginan dan cita-citanya yang tinggi telah pupus.

Elia curhat tentang sikap sang ayah saat dirinya minta uang sekolah.

Baca juga: PENGAKUAN Suami Korban yang Temukan Kerangka Istri dan Anak di Dalam Rumah di Bandung

“Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah.”

“Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya tuhan yang sempurna.” tulis Elia.

Tulisan-tulisan tersebut diduga kuat curhatan atas masalah yang dialami oleh ibu dan anak tersebut.

Namun hingga saat ini polisi belum bisa memberikan kesimpulan.

"Untuk sementara, kita tidak bisa menyimpulkan, jadi mohon waktu. Sebenarnya sudah ada dan kita bisa menyimpulkan, tapi itu tadi, kita harus tahu dulu penyebab kematian," katanya.

Oleh karena itu kepolisian turut memerika suami korgan Iguh Mudjoyo Tjandra menjadi saksi dalam kasus keranga ibu dan anak di Bandung Barat tersebut. (*)

( Tribunpekanbaru.com )

Baca juga: Ditemukan Terpisah , Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Sudah Bertahun-tahun di dalam Rumah

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved