Karhutla di Pelalawan

Belum Punya Pengukur Kualitas Udara, DLH Pelalawan Tunggu Bantuan Alat ISPU dari Kementerian LHK

Kabut asap di Kabupaten Pelalawan Riau mulai muncul sebagai dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa desa

Penulis: johanes | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Eko Novitra 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kabut asap di Kabupaten Pelalawan Riau mulai muncul sebagai dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa desa pada Senin (29/7/2024).

Asap Karhutla terpantau cukup pekat pada Senin (29/7/2024) mulai pagi hingga siang.

Kabut yang terpantau lebih pekat dibanding asap yang muncul sepanjang pekan lalu. Hal ini membuat kualitas udara menurun dari kondisi normal dan aroma kebakaran sangat terasa.

Terkait kualitas udara di Pelalawan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan tak bisa melakukan pengukuran lantaran belum memiliki alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Alat tersebut hanya ada di Kota Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Riau. Biasanya pengukuran kualitas udara masih mengunakan data dari ibukota Provinsi Riau.

Baca juga: Kabut Asap di Pangkalan Kerinci Pelalawan Riau Bertambah Pekat, BPBD Sebut Akibat Karhutla Lokal

"Selama ini kita hanya meminta dari Kota Pekanbaru. Kalau alat kita sendiri belum ada. Tahun ini rencananya ada bantuan dari pusat," ungkap Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada tribunpekanbaru.com, Senin (29/7/2024).

Eko menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berjanji menyerahkan bantuan satu set alat pengukur ISPU ke Pelalawan dalam tahun ini.

Alat tersebut akan ditempat di areal kantor Bupati Pelalawan. Pengajuan alat tersebut telah diajukan sejak tahun lalu ke Kementerian LHK dan telah disetujui tahun ini.

"Mudah-mudahan tahun ini diserahkan dan kita memiliki alat ISPU sendiri untuk mengukur kualitas udara," tandas Eko Novitra.

Eko mengakui kualitas udara di Pelalawan sudah dicemari kabut asap dari Karhutla yang terjadi di Pelalawan. Namun pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk mendeteksi kualitas udara yang dihirup saat ini. 

Jika kondisinya semakin parah, DLH Pelalawan akan meminjam alat ISPU dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) regional KLHK.

Baca juga: Karhutla Membara di Desa Pangkalan Gondai Pelalawan, Dua Helikopter WB dan Tim Gabungan Dikerahkan

Ada alat ISPU mobile yang bisa dibawa berpindah tempat atau portabel. Sehingga pantauan kualitas udara bisa dilakukan setiap saat apabila alat tersebut dibawa ke Pelalawan.

"Tahun-tahun sebelumnya kita minta alat dari P3E Kementerian LHK. Jika memang diperlukan kita akan minta," tandasnya.

( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved