Citizen Journalism
Program MBG, Mulia atau Bala?
dapur MBG atau SPPG sudah mencapai 15 ribu unit, dan terus bertambah hingga nantinya mencapai 30 ribu unit.
Menurut saya, program MBG harus terus jalan. Ia bukan program gagah-gagahan Pemerintah. Program ini bertujuan mulia: menyiapkan generasi unggul Indonesia untuk masa depan.
Itulah sebabnya banyak negara sudah lama menjalankan program.
Negara-negara tersebut meliputi Brasil, India, Finlandia, Swedia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, serta beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Timor Leste.
India menjalankan program makan siang gratis terbesar untuk sekitar 125 juta anak (6-14 tahun). Brazil memiliki National School Feeding Programme yang sudah berjalan sejak 1940-an untuk mendukung nutrisi anak, dengan 30 persen bahan dari pertanian lokal.
Finlandia merupakan salah satu pelopor yang menyediakan makan siang gratis bagi semua siswa usia 6 hingga 16 tahun. Swedia memberikan makan siang gratis untuk siswa usia 7 hingga 19 tahun. Jepang melancarkan program makan siang sekolah yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan pola makan sehat.
Korsel memberikan makan bergizi seimbang (daging, sayur, nasi) kepada siswa. Bahkan Amerika Serikat melalui National School Lunch Program (NSLP), menyediakan makanan bergizi di sekolah.
Begitu pula negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand (School Lunch Program), Estonia, Kanada, Australia, Prancis, Kenya, dan Skotlandia.
| Desentralisasi Fisikal dan Maraknya Korupsi di Indonesia 2025–2026 |
|
|---|
| Gerakan Persatuan Hijau Riau Kampar Didukung Ketua DPRD Kampar |
|
|---|
| Ketika Presiden Boleh dari Pengurus Parta i tapi Ketua RT Tidak |
|
|---|
| Marisa Listari, Mahasiswi UIN Suska Riau Raih 4 Medali pada Ajang LETIN 7 dan FIM 2, Esai Lopek Bugi |
|
|---|
| PHRI Tetap Optimis Ditengah Efisiensi Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Ir-Ridar-Hendri-MSi-PhD-unri.jpg)