Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Citizen Journaslism

Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Silver Medal Nasional Diajang LETIN 7 2026

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim atau UIN Suska Riau kembali mengharumkan nama Bumi Lancang Kuning di tingkat nasional

Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa
UIN SUSKA RIAU - Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Silver Medal Nasional Diajang LETIN 7 2026 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim atau UIN Suska Riau kembali mengharumkan nama Bumi Lancang Kuning di tingkat nasional.

Irfan Ramadani, mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara ini, berhasil meraih Silver Medal pada ajang LETIN 7 (Lomba Esai Tingkat Nasional) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Irfan mewakili UIN Suska Riau sekaligus Provinsi Riau dengan mengangkat potensi budaya daerah sebagai gagasan utama.

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Desak Kejati Riau Audit Rektor UIN Suska

Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Riau mampu bersaing secara intelektual di tingkat nasional sekaligus berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya Melayu.

Irfan mengusung esai berjudul "Tari Zapin Melayu Riau dalam Perspektif Modern: Harmonisasi Tradisi dengan Teknologi Augmented Reality sebagai Tonggak Pelestarian di Masa Depan."

Melalui gagasan tersebut, ia menawarkan konsep digitalisasi Tari Zapin Melayu Riau melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif dan dokumentasi budaya.

Menurutnya, Tari Zapin tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai religius, etika, serta identitas masyarakat Melayu Riau.

Oleh sebab itu, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar tetap relevan di tengah generasi digital.

"Teknologi bukan untuk menggantikan tradisi, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat pelestarian budaya agar lebih sistematis, terdokumentasi, dan mudah diakses oleh generasi muda," katanya.

Konsep yang ditawarkan memungkinkan proses pembelajaran gerak, pola lantai, hingga nilai filosofis Zapin divisualisasikan secara digital dan interaktif.

Gagasan ini dinilai berpotensi mendukung program digitalisasi budaya daerah serta dapat diintegrasikan dalam pendidikan dan pembinaan sanggar seni.

Selama mengikuti rangkaian lomba di Yogyakarta, Irfan mendapatkan pengalaman berharga melalui forum ilmiah, diskusi lintas daerah, serta presentasi di hadapan dewan juri nasional.

Ia menilai momentum tersebut sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan komitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal.

Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga dapat membuka peluang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan program pelestarian budaya berbasis teknologi.

Gagasan digitalisasi Tari Zapin Melayu Riau melalui Augmented Reality berpotensi menjadi pilot project dalam mendukung upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan di Provinsi Riau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Kampus, TNI, dan Demokrasi

 

Riau di Ambang Asap

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved