MBG Jangkau Daerah Terluar
17.098 Warga di Wilayah Terpencil Meranti Diusulkan Jadi Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Satgas MBG Kepulauan Meranti sudah mengusulkan pendaftaran a untuk 36 dapur untuk di bangun di daerah terpencil.
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kepulauan Meranti sudah mengusulkan pendaftaran a untuk 36 dapur untuk di bangun di daerah terpencil.
Demikian disampaikan Ketua Satgas Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin melalui Sekretaris Ifwandi kepada Tribun, Rabu (29/10/2025).
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengusulkan sebanyak 17.098 penerima manfaat di wilayah terpencil untuk masuk dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025.
Data tersebut tercantum dalam Lampiran Surat Data Usulan SPPG Terpencil yang ditandatangani Wakil Bupati Kepulauan Meranti selaku Ketua Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG, Nomor 400.7.13/SETDA/2025/184, tertanggal 10 Oktober 2025.
Baca juga: Distribusi MBG di Riau untuk Wilayah Terluar Dibantu Satgas Kabupaten dan Kota
Usulan tersebut mencakup 36 SPPG yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan total sasaran terdiri dari 12.605 siswa, 544 ibu hamil, 920 ibu menyusui, dan 3.029 balita non-PAUD.
“Jadi 36 titik yang kita usulkan tersebut yang belum bisa terjangkau SPPG aglomerasi yang ini berjumlah 6 dan besok akan dibentuk 1 lagi sehingga total ada 7,” ungkapnya,
Beberapa kecamatan dengan jumlah penerima manfaat terbanyak antara lain, Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Merbau dengan total lebih dari 2.700 penerima manfaat, Kecamatan Pulau Merbau dengan 2.349 penerima, Kecamatan Rangsang Barat dengan 1.980 penerima, dan Kecamatan Rangsang Pesisir sebanyak 2.086 penerima.
Selain itu, wilayah lain seperti Tebing Tinggi Timur, Tasik Putri Puyu, dan Rangsang juga masuk dalam daftar daerah prioritas dengan total ribuan penerima manfaat.
Program ini menargetkan wilayah-wilayah yang belum tercakup oleh dapur aglomerasi atau dapur mandiri.
Setiap satuan pendidikan penerima berada di lokasi yang jauh dari pusat layanan, dengan akses transportasi utama berupa sepeda motor atau kendaraan roda empat, dan waktu tempuh mencapai 15 hingga 30 menit dari pusat kecamatan.
“Kemarin kita juga sudah menerima SK untuk investor yang akan membangunkan dapur-dapur ini nantinya, memang baru sebagian dan selain itu masih ada yang tahap verifikasi,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa pendataan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah terpencil dapat memperoleh gizi yang layak.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya untuk mencegah stunting, tetapi juga untuk memastikan pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat di seluruh wilayah Meranti, termasuk daerah yang sulit dijangkau,” ujar Wabup Muzamil dalam keterangannya.
Pemerintah daerah berharap, dengan dukungan seluruh elemen dan data valid dari desa, pelaksanaan MBG di wilayah terpencil ini dapat segera direalisasikan secara bertahap pada tahun 2025.
“Target kita walaupun mungkin belum semua, akhir tahun ini sudah ada dapur di daerah terpencil yang sudah berjalan,” katanya.
| Gubri Dorong Pelaku Usaha Lokal Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Riau |
|
|---|
| Kapolda Riau Resmikan SPPG di Pekanbaru, Sebut Tugas Polri Juga Ikut Sukseskan Kebijakan Presiden |
|
|---|
| Tidak Semua Lauk MBG Disukai Anak, Ahmad Bawa Lauk Alternatif ke Sekolah |
|
|---|
| SPPG ke-8 Polda Riau Diresmikan Besok, Serap Warga Tempatan Sebagai Relawan MBG |
|
|---|
| Dorong Riau Percepat Serapan MBG dengan Tetap Utamakan Kualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Dua-murid-sebuah-SMP-negeri-di-Kota-Pekanbaru-berdoa-jelang-menikmati-MBG.jpg)