Pelalawan

Begini Tanggapan Kades Kuala Panduk Terkait Rekomendasi Hasil Audit Inspektorat

Ia mengakui perencanaan kurang maksimal dalam pembangunan turap hingga menimbulkan kerugian negara.

Begini Tanggapan Kades Kuala Panduk Terkait Rekomendasi Hasil Audit Inspektorat
tribunpekanbaru/johanes
Jalan Semenisasi dan Turap Penahan Tanah (TPT) di Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti ambruk setelah satu Bulan selesai dikerjakan. Warga memanfaatkan menjadi lokasi pasar sekali seminggu. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kepala Desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti, Tomjon, mengaku telah menerima rekomendasi hasil audit Inspektorat Pelalawan terhadap proyek pembangunan turap bermasalah di desanya.

Kades Tomjon menyatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Kuala Panduk menghargai hasil pemeriksaan tim inspektorat terhadap proyek turap yang rusak satu bulan setelah dikerjakan.

Ia mengakui perencanaan kurang maksimal dalam pembangunan turap hingga menimbulkan kerugian negara.

Alhasil Pemdes Kuala Panduk melalui Tim Pengelola Kegiatan (TPK) melakukan recovery aset atau pengembalian kerugian negara mencapai Rp 413 juta.

Proyek pembangunan Turap di Desa Kuala Panduk ambruk beberapa hari yang lalu. Padahal baru satu Bulan selesai dibangun menggunakan Dana Desa
Proyek pembangunan Turap di Desa Kuala Panduk ambruk beberapa hari yang lalu. Padahal baru satu Bulan selesai dibangun menggunakan Dana Desa (TribunPekanbaru/Johanes)

Baca: LIVE STREAMING: PLN Ungkap Riau Masih Kekurangan Daya Listrik 270 MW

Baca: Setelah Pemeriksaan 5 hari Begini Hasil Audit Inspektorat Terkait Proyek Dana Desa di Kuala Panduk

Baca: Kasus Proyek Pembangunan Turap di Kuala Panduk Ditutup, Inspektorat Ungkap Penyebabnya

"Sejak awal kita memang kooperatif kepada Inspektorat. Bahkan kami yang menyurati Pak Bupati agar menurunkan inspektorat melakukan audit," kata Tomjon kepada tribunpelalawan.com melalui ponselnya, Selasa (13/3/2018).

Pemdes, kata Tomjon, selalu terbuka selama audit dilakukan tim mulai dari turun ke lokasi hingga pemeriksaan saksi dan berkas-berkas.

Sebab pemdes menginginkan persoalan proyek turap itu selesai dengan baik tanpa menimbulkan masalah lain.

Termasuk inisiatif pengembalian kerugian negara oleh Pemdes melalui TPK, juga sebagai langkah untuk menenangkan kondisi masyarakat.

"Kami percaya solusi dari inspektorat lebih bagus. Makanya kami jalankan. Jadi tidak ada lagi masalah kedepan, termasuk persoalan hukum," tandasnya.(*)

Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help