Bom di Surabaya

NGERI, Bom di Surabaya sama dengan ISIS 'The Mother of Satan', Ini Faktanya

Usut punya usut Bom yang mereka gunakan diduga sama dengan bom yang digunakan ISIS dalam rangkaian serangan di Irak dan Suriah.

NGERI, Bom di Surabaya sama dengan ISIS 'The Mother of Satan', Ini Faktanya
Reuters/Al Arabiya
Pasukan ISIS berparade di kota Raqqa, Suriah. 

Lalu mengapa ISIS dan kelompok teror di Indonesia menggunakannya?

Baca: Berencana Serang Mako Brimob, Polda Sumsel Amankan 2 Warga Pekanbaru, Ini Inisalnya

Baca: Kisah AKBP Roni Faisal Saiful Faton Menggendong Ais, Saya Langsung Angkat Anak Itu, Saya Bopong

Baca: Ngeri, 3 Pasukan Khusus TNI Anti Teror Ini Siap Sedia Berantas Teroris!

Baca: 5 Fakta Kehidupan Dalang Bom 3 Gereja di Surabaya, Dita Supriyanto, Salah Satunya Punya Usaha Minyak

Dikutip tribunpekanbaru.com dari Intisari dan dari Ajc.com, bom yang disebut 'Mother Of Satan' itu digunakan karena volatilitas dan kapasitas untuk kerusakan ekstrem selama beberapa waktu.

Hal inilah yang menjadi senjata pilihan bagi para teroris seperti dijelasakan melalui The Washington Post.

Bom ini adalah senjata yang tidak terlihat dalam situasi medan perang, tetapi digunakan secara luas oleh ISIS dan organisasi teror lainnya. 

Ketika diproses, triperoxide triasetone atau TATP yang eksplosif, adalah zat bubuk putih yang tidak berbau peledak yang bisa dipicu oleh panas atau gesekan dan goncangan.

Padatan menghasilkan sejumlah besar gas pada penyalaan, tetapi tidak selalu menghasilkan api, meski begitu Aseton juga dapat terbakar dan menyebabkan kebakaran.

Baca: HEBOH, Jenazah TKI yang Bekerja di Kapal Taiwan Ditemukan Hanyut, Ini Identitasnya

Baca: Berhubungan Intim di Tengah Mayat Hingga Makan Daging Manusia, Ini 7 Fakta Kaum Aghori

Baca: Anton Febrianto, Pria yang Jadi Bomber di Rusun Wonocolo Dikenal Cerdas, Ini 5 Fakta Dirinya

Selain itu bahan kimia yang digunakan untuk membuat bom ini juga dijual bebas di beberapa negara.

Bom jenis ini kabarnya juga digunakan pada kasus serangan teror di Barcelona dan ledakan pembunuhan di Manchester pada 2017 silam.

Kembali pada kasus teror di Indonesia, Tito juga menambahkan kelompok penyerangan ini masih terkait dengan kelompok Jamaah Anshorud Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang berafiliasi dengan ISIS. (Afif Khoirul M)

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved