Pekanbaru
Bawakan Lagu Muslim Andalusia Hingga Melayu
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachmanbersama unsur muspida Riau
Penulis: | Editor: CandraDani
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com ; Zul Indra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tepuk tangan ribuan warga Pekanbaru bergemuruh memenuhi Gedung Bandar Serai MTQ Pekanbaru, Jumat (17/8/2018), mereka tengah menyaksikan penampilan para musisi Asturias Spanyol Siero Chambers Orchestra (Orqueste De Camara De Siera) yang berasal dari Spanyol yang berkolaborasi dengan Riau Rhytm Chambers Indonesia.
Sebelum mereka berkolaborasi, Riau Rhythm membawakan beberapa buah lagu, seperti ratok,lukah gila, dan lagu lainnya. Tak hanya penonton yang merasa takjub, namun juga Project Leader Vinculos Indonesia 2018, Carmen Caballero yang membawa Orqueste De Camara De Siera.
'Saya terkesima dengan suara, musik dan lagu yang dibawakan Riau Rhythm, musik mereka unik, namun indah didengar,"ungkapnya.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachmanbersama unsur muspida Riau. Direktur Gamelan Festival Indonesia dan 16 orang perwakilan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal mengatakan, Riau dipilih oleh Vinculos Indonesia 2018 untuk konser Orqueste De Camara De Siera, karena Riau memiliki musik yang merdu dan enak di dengar.
"Kita juga memiliki musisi Riau Rhythm Cambers Indonesia yang tak kalah hebatnya bermain musik. Mereka berkolaborasi dengan
Orqueste De Camara De Siera dalam memainkan musik melayu. Tak hanya di Riau, pada tanggal 20 Agustus 2018 nanti, Riau Rhythm Cambers Indonesia juga bakal tampil di Jakarta bersama Orqueste De Camara De Siera dan mereka dibawa oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk tampil di Spanyol.
Sementara itu Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengucapkan terima kasih pada pihak Vinculos Indonesia 2018 yang telah membawa Orqueste De Camara De Siera ke Riau. Ia berharap penampilan para musisi itu bisa memberikan inspirasi bagi warga Pekanbaru yang menonton.
"Alhamdulillah, Riau menjadi provinsi pilihan untuk mereka tampil. Harapan kita, semoga Orqueste De Camara De Siera dan juga Riau Rhythm bisa mempromosikan wisata Riau saat kembali ke Spanyol nanti, "harapnya.
Project Leader Vinculos Indonesia 2018, Carmen Caballero mengatakan, tak hanya dari lagu-lagu dari daerah Asturias yang dibawakan oleh Orqueste De Camara De Siera, namun juga dari Andalusia yang memiliki sejarah peradaban Islam dan memiliki penduduk muslim yang cukup banyak di Spanyol.
"Lagu dari Andalusia tersebut kita bawakan di awal konser. Satu diantaranya menceritakan tentang Raja Andalusia yang bernama Al Maki yang jatuh cinta pada seorang perempuan biasa,"ucapnya.
Carmen menambahkan, tujuan mereka datang ke Pekanbaru adalah dalam rangka program proyek Vinculos Indonesia 2018.
"Kita membawa 46 orang tim ke Pekanbaru. Kita berkolaborasi dengan Riau Rhythm Chambers Indonesia. Kami senang berkolaborasi dengan Riau Rhythm, mereka memiliki suara dan musik yang bagus. Semoga penampilan kami memberikan hasil terbaik dan bisa menghibur warga Pekanbaru, "ungkapnya.
Saat ditanya, apakah ada kesulitan memainkan musik melayu, Carmen menjawab cukup mudah mempelajarinya. Menurutnya, musik melayu hampir sama dengan irama musik arab.
"Kita pernah berkolaborasi dengan tim musisi musik arab di Maroko. Irama musiknya hampir sama dengan melayu ini, jadi kami tak heran dan canggung lagi untuk mempelajarinya,"ucapnya.
Carmen menambahkan, sebelum ke Pekanbaru tim Orqueste De Camara De Siera melakukan latihan selama tiga bulan. Agar latihan mereka maksimal, serta memastikan lokasi dan grup musik yang bakal berkolaborasi, Carmen sebagai perwakilan para seniman Spanyol tersebut bolak balik ke Indonesia untuk melakukan survey.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/orkestra-bandar-serai_20180817_234526.jpg)