Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pekanbaru

Bawakan Lagu Muslim Andalusia Hingga Melayu

Acara tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachmanbersama unsur muspida Riau

Penulis: | Editor: CandraDani
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
OCAS - Orquesta de Camaro de Siero (Ocas) beraksi di Anjungan Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Jumat (17/8/2018) malam. Penampilan Orkestra asal spanyol tersebut merupakan bagian dalam rangkaian diplomasi seni budaya Spanyol Indonesia. Dalam pertunjukannya, orkestra ini juga berkolaboradi dengan Riau Rhythm Chamber Indonesia 

"Kita sudah mengunjungi 15 negara dan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang kami kunjungi, hal ini dikarenakan Indonesia memiliki keberagaman seni dan kultur budaya. Seni musiknya unik-unik di tiap daerah,"ujarnya.

Music Director dan Composer Riau Rhythm, Rino Deza Pati mengaku senang bisa berkolaborasi dengan musisi dari Spanyol tersebut, karena bisa mengharumkan nama Riau di tingkat Internasional.

"Kita sangat bersyukur bisa bekerjasama dan berkolaborasi bersama kelompok orchestra besar dari Asturias Spanyol Siero Chambers Orchestra (Orqueste De Camara De Siera) OCAS dalam Project Vinculos 2018. Kebanggaan tersendiri membawa dan mengharumkan nama Riau dalam bidang musik tradisi di kancah internasional,"ungkapnya.

"Ini merupakan kerjasama diplomasi kebudayaan sangat penting untuk perkembangan seni di Riau dan dampak bagi mereka juga sangat baik bisa mempelajari kebudayaan Indonesia termasuk Provinsi Riau yang sebelumnya Vinculos Project berkeliling di tiga provinsi lainnya, yakni Ambon, Palu, Riau dan Jakarta,"tambah Rino.

Di penampilan itu, selain musik Spanyol, para musisi Orqueste De Camara De Siera bersama Riau Rhytm membawakan lima lagu Spanyol, juga memainkan dua musik melayu garapan Music Director dan Composer Riau Rhythm, Rino Deza Pati.

"Dua musik melayu yang kita bawakan ini adalah Satelite of Zapin, merupakan karya yang saya tulis tahun 2003 dan Sound of Suvarnadvipa karya saya tahun 2014. Satelite zapin ini ide dasarnya adalah berangkat dari keinginan saya dan Riau Rhythm untuk membawa Zapin Siak lebih mendunia dan berpusat di Riau. Itu cita-cita awal pada tahun 2003, dimana karya Satelite of Zapin baru dirilis dan selesai proses penciptaan. Sementara Soubd of Suvarnadvipa merupakan hasil riset kejayaan Muaratakus di Pulau Suvarnadvipa Sumatera. Karya yang lebih kurang lima tahun proses riset dan proses latihan dua tahun, membuktikan bahwa kami serius dalam mengangkat seluruh khasanah Melayu dari peradaban tua hingga kekinian,"ungkap Rino.

Carmen menambahkan, Orqueste De Camara De Siera merupakan para musisi musik Spanyol yang  tergabung dalam orkestra dan didirikan pada tahun 2002 lalu. Tim tersebut terdiri dari 46 orang dari semua kalangan umur, mulai dari remaja hingga paruh baya. Tak hanya dari daerah Asturias, juga membawa tim dari Andalusia yang merupakan daerah peradaban Islam di Spanyol.

Mereka berkeliling dunia dan berkolaborasi musik khas dari daerah yang mereka kunjungi. Di Indonesia sendiri sudah empat Kota yang mereka kunjungi sebelum Pekanbaru, yakni Toba pada tahun lalu, serta Ambon, Palu dan Jakarta di tahun 2018 ini.

Seniman penhubung program, Adra Karim menambahkan, program proyek vinculos indonesia 2018 merupakan ide dari Kasubdit Diplomasi Budaya Luar Negeri Kemendikbud, Ahmad Mahendra. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan musik Indonesia dengan luar negeri.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved