Memaknai Peringatan Hari Buruh (May Day) Bagi Kaum Perempuan
bagi kaum perempuan, perayaan hari buruh ini menjadi momen penting. Sebab, perempuan masih kerap menerima berbagai bentuk penindasan di lingkungan tem
Mereka menentang kondisi tempat kerja yang tidak manusiawi hingga upah yang rendah. Polisi menyerang mereka, namun dua tahun kemudian para perempuan ini mendirikan serikat buruh sebagai upaya melindungi diri mereka serta memperjuangkan beberapa hak dasar di tempat kerja.
Perjuangan terhadap buruh juga terus dikumandangkan serikat buruh, hingga akhirnya Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions, (wikipedia, sejarah hari buruh).
Dalam memaknai May Day (Hari buruh) saat ini, perlindungan terhadap pekerja perempuan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak.
Banyak perempuan bekerja untuk mencari nafkah dan merupakan kombinasi antara bekerja dan tanggung jawab keluarga. Khususnya bagi perempuan yang telah kehilangan suami sehingga harus merawat dan membesarkan anak-anaknya.
Pekerja perempuan turut berjuang untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan menikmati keseimbangan hidup baik itu di tempat kerja, dengan diri mereka sendiri dan keluarganya.
Hadirnya beberapa perempuan di Kabinet Pemerintahan atau beberapa partai yang memperbanyak jumlah anggota perempuan seharusnya menjadi Oase akan hausnya keadilan bagi perempuan. Selamat Hari Buruh!
(Penulis seorang Pekerja Perempuan, Anggota PERKAMEN, Pendiri KOPI PENA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/eva-silaban.jpg)