Breaking News:

Astaga, BK Rudapaksa Nenek 74 Tahun di Lhoksukon, Aceh Utara, dengan Alasan Mau Mengobati

Seorang nenek 74 tahun di Lhoksukon, Aceh Utara, diperkosa BK yang awalnya mengaku bisa mengobati sakit perut yang dideritanya.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
Kolase Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

LHOKSUKON, tribun - Pria berinisial BK (32) warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditetapkan sebagai tersangka. Ia dituduh memperkosa nenek berinisial HJ (74), seirang janda di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tersangka kini diamankan di Polsek Baktiya.

Pria itu ditangkap warga di kawasan Desa Matang Lawang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, pada Minggu (28/7) lalu. BK sudah mengakui perbuatannya kepada penyidik.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Baktiya, Ipda Mahmud, Senin (29/7) kemarin menceritakan kronologi peristiwa memalukan tersebut. Semua berawal pada Rabu (24/7) siang lalu, saat BK bersama istrinya melintas di depan rumah nenek HJ.

Ia saat itu menggunakan sepeda motor. Lalu nenek HJ menegur istri BK karena memang sudah saling kenal sebelumnya. Tersangka pun kemudian menghentikan sepeda motornya dan mereka bercengkrama.

“Saat itu nenek HJ menceritakan kalau dirinya sedang sakit di bagian perut. Lalu istri BK menyebutkan, suaminya bisa membantu mengobati, karena ia memiliki pengalaman dan sering mengobati anak-anak,” kata Ipda Mahmud menceritakan.

Saat itu, lanjut Mahmud, HJ sedang memetik pepaya yang ada di depan rumah nenek tersebut. Lalu BK meminta nenek tersebut mandi agar dapat diobati. BK bersama istrinya kemudian masuk ke rumah HJ. Saat itu HJ sedang sendiri, karena anak perempuannya sedang pergi ke pasar.

“Awalnya BK memijat HJ di ruang tamu. Tapi kemudian dia beralasan harus masuk kamar supaya dapat diurut dengan leluasa,” cerita Ipda Mahmud.

Di dalam kamar, saat memijat korban, BK pun melakukan perbuatan senonoh tersebut. Korban saat itu mengaku mengetahui perbuatan tersangka. Tapi tak bisa menolaknya, HJ tidak bisa berucap apapun. Bahkan BK lalu menaruh cairan sperma di tubuh korban dengan alasan untuk obat.

“Korban tak mandi selama sehari karena khawatir khasiat obat hilang, seperti pesan tersangka. Korban mengaku baru sadar besoknya setelah mandi. Kemudian menceritakan kejadian itu pada anaknya,” tambah Mahmud.

Warga yang kemudian mengetahui perbuatan itu dari keluarga korban, langsung berusaha menangkap BK yang sudah keburu kabur. Namun BK kemudian berhasil ditangkap setelah dikejar warga dengan sepeda motor. Tak lama kemudian polisi datang dan menciduknya.

"Sekarang pria itu sudah kita amankan di Polsek untuk proses penyelidikan,” ujar Ipda Mahmud. (rin/Serambi Indonesia)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved