Kampar

Kapolres Kampar Tinjau Kondisi Lahan Terbakar di Rimbo Panjang, Riau

Keterbatasan peralatan dan sulitnya lokasi yang tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat membuat upaya pemadaman mengalami kesulitan.

Kapolres Kampar Tinjau Kondisi Lahan Terbakar di Rimbo Panjang, Riau
Istimewa
Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhiatira ikut turun langsung ke lapangan meninjau kebakaran lahan yang terjadi, Jumat (9/8/2019) sore di Rimbo Panjang, perbatasan Kampar dan Pekanbaru. 

Kapolres Kampar Tinjau Kondisi Lahan Terbakar di Rimbo Panjang, Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Aparat TNI-Polri bersama stakeholder terkait kembali disibukkan dengan penanganan Karlahut yang kembali bermunculan di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Sejak beberapa hari belakangan terjadi kebakaran lahan di wilayah Desa Karya Indah Tapung dan kemudian merembet ke wilayah perbatasan Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang.

Untuk mengatasi kebakaran lahan petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan pihak terkait lainnya berjibaku melakukan upaya pemadaman dilahan gambut yang terbakar.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhiatira ikut turun langsung ke lapangan meninjau kebakaran lahan yang terjadi, Jumat (9/8/2019) sore.

Baca: Terendah, Cuma Dapat Suara 751, Caleg Ini Terpilih Anggota DPRD Kuansing Riau

Baca: Berlari dan Tendang Pengendara Motor, Seorang Bule Australia Diamankan Polisi di Bali (VIDEO)

Baca: Kebakaran Hutan jadi Berita di Malaysia & Singapura, Jokowi: Saya Cek Jerebu Ini Apa Ternyata Asap

Kapolres Kampar mengatakan selama beberapa hari belakangan personel dari Polsek Tambang beserta anggota TNI dan Stakeholder terkait lainnya beberapa hari ini telah berjuang keras memadamkan lahan yang terbakar.

Namun karena keterbatasan peralatan dan sulitnya lokasi yang tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat membuat upaya pemadaman mengalami kesulitan.

Kondisi terakhirJumat (9/8) sore lahan yang terbakar di Dusun 03 Desa Rimbo Panjang sudah padam namun masih mengeluarkan asap, petugas masih berupaya menyiram bekas lahan yang terbakar untuk pendinginan.

"Ini dilakukan agar bara api yang mungkin masih ada dibawah permukaan tanah gambut ini benar-benar padam dengan tuntas," ucapnya.

AKBP Andri Ananta berpesan kepada tim yang di lapangan untuk tetap semangat dalam menangani Karlahut ini. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved