Citizen Report

Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan

Bank sampah dan apotik hidup untuk kelestarian lingkungan menjadi program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Terintegrasi Universitas Riau

Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Nurfadilamora
Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan 

Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan

TRIBUNPEKANBARU.COM, CITIZENJOURNALISM - Bank sampah dan apotik hidup untuk kelestarian lingkungan menjadi program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Terintegrasi Universitas Riau.

Program kerja ini merupakan program kerja mahasiswa Kukerta Terintegrasi UNRI di Kecamatan Tuah Karya dengan dosen pendamping lapangan Dra Yusnimar MSi MPhill.

Baca: JADWAL LENGKAP Pelantikan Anggota DPRD Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota, Siapa Ketua DPRD Riau?

Baca: PENGAKUAN Istri Anggota TNI di Riau yang Ditinggal Tugas ke Atambua, Baru Pertama Kali Ditinggalkan

Baca: Karhutla di Riau Akibatkan KABUT ASAP di Riau dan Udara TIDAK SEHAT di Inhu, Warga Kurangi Aktifitas

Baca: HAKIM di Riau Perintahkan JPU untuk PANGGIL PAKSA Saksi yang Mangkir Sidang Kasus Aktivis Koto Aman

Program kerja mahasiswa Kukerta ini bertujuan untuk pelestarian lingkungan dengan mendaur ulang sampah plastik yang ada di lingkungan masyarakat setempat.

Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan
Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan (Tribun Pekanbaru/Istimewa/Nurfadilamora)

Selain bank sampah ini, program kerja mahasiswa Kukerta di Tuah Karya ini juga membuat apotik hidup berupa tanaman obat-obatan dengan memanfaatkan sampah botol plastik sebaga wadahnya.

Penanaman tanaman menggunakan sampah botol plastik ini lebih dikenal dengan Vertikultur serta menggunakan sampah plastik bekas minyak goreng ataupun sabun rinso sebagai pengganti polybag.

Tujuan dari penggunaan sampah plastik menjadi wadah bercocok tanam adalah untuk mengurangi sampah yang ada di rumah tangga dan lebih bernilai ekonomis.

Kegiatan ini mendapat antusias oleh masyarakat setempat yang turut membantu dalam proses bercocok tanam.

Mulai dari membuat medianya sampai bercocok tanam.

Baca: Empat Orang ASN dan Dua Honorer di Riau TERCIDUK Satpol PP di Kedai Kopi Saat Jam Kerja

Baca: SPA di Riau Diduga Dijadikan Tempat PROSTITUSI, Ketua LAMR Minta Telusuri Agar Tidak Resahkan Warga

Baca: Mahasiswa Riau Geruduk Kantor BJB Pekanbaru, Minta Transparan Terkait Dugaan KEJAHATAN PERBANKAN

Baca: Menteri Pariwisata Umumkan dengan Pantun, Pacu Jalur di Riau Masuk Kalender Pariwisata Nasional 2020

Kegiatan ini juga membantu ibu PKK Tuah Karya untuk melestarikan lingkungan dengan memanfaatkan sampah plastik.

Program kerja mahasiwa Kukerta Terintegrasi ini berakhir pada tanggal 20/07/2019.

Tujuan utamanya semoga masyarakat kecamatan Tuah Karya lebih melirik dengan sampah plastik yang ada dirumah tangga, dan dimanfaatkan menjadi suatu bentuk yang memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.

Bank Sampah dan Apotik Hidup untuk Kelestarian Lingkungan. (Tribunpekanbaru.com/Citizen Journalism/Nurfadilamora)

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved