Pelalawan

Satu Orang Positif TBC, Dua Pasien Gizi Buruk di RSUD Pelalawan Riau Diperbolehkan Dokter Pulang

Dua pasien penderita gizi buruk yang ditangani RSUD Selasih Pangkalan Kerinci satu pekan ini, akhirnya diperbolehkan dokter pulang.

Satu Orang Positif TBC, Dua Pasien Gizi Buruk di RSUD Pelalawan Riau Diperbolehkan Dokter Pulang
Istimewa
Dua balita penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. 

Satu Orang Positif TBC, Dua Pasien Gizi Buruk di RSUD Pelalawan Riau Diperbolehkan Dokter Pulang

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Dua pasien penderita gizi buruk yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau satu pekan ini, akhirnya diperbolehkan dokter pulang ke rumah

Kedua pasien itu bernama Alif Hafiz Pratama dan Vina.

Alif Hafiz Pratama berusia 18 bulan berasal dari Kecamatan Kerumutan.

Alif masuk rumah sakit pada Jumat (1/11/2019) pekan lalu dibawa orangtuanya. Satu lagi Vina Karlisa berusia tujuh bulan dari Desa Serapung Kecamatan Teluk Meranti yang masuk satu pekan lalu.

 Pria di Kampar Riau Tega Cabuli Teman Anaknya yang Masih Umur 10 Tahun, Korban Dibawa ke Kebun Karet

 Keroyok Korban yang Usai Nonton Orgen di Inhil Riau, Kini AR Harus Berurusan dengan Hukum

"Untuk pasien atas nama Vina sudah pulang kemarin, karena kondisinya sudah membaik dan berat badannya telah pulih," kata Kepala Bidang Keperawatan RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Ramdani Kamal, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (5/11/2019).

Ramdani menjelaskan, pasien atas nama Vina tidak bisa diklaim ke Jamkesda lantaran dokumen kependudukan orangtuanya tidak lengkap.

Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtuanya ada namun masih berstatus lajang.

Pihaknya sempat mengupayakan agar Kepala Desa (Kades) Serapun mengeluarkan surat keterangan domisili, tapi tidak disetujui oleh perangkat desa. Akhirnya dikenakan sebagai pasien umum.

Sedangkan pasien atas nama Alif akan pulang Rabu (6/11/2019) besok sesuai dengan saran dokter. B

Balita berjenis kelamin laki-laki itu ternyata tidak hanya mengalami gizi buruk saja, tetapi ada penyakit bawaan yang menyebabkan tumbuhkembangnya terhambat.

 Bolos Jam Pelajaran dan Nongkrong di Kedai Kopi, 6 Pelajar Dicokok Satpol PP Kepulauan Meranti Riau

 STORY - Baru Sebulan Keluar Penjara, Pemuda 16 Tahun di Pelalawan Riau Jadi Dalang Pembobolan Toko

 Naik Rp 235 Ribu dari Tahun Sebelumnya, UMK Pelalawan 2020 Ditetapkan Sebesar Rp 3 Juta Lebih

Disaat usianya 18 bulan berat badannya hanya 6,7 kilogram, tidak seimbang antara umur dengan timbangan badannya.

"Ternyata Alif ini positif mengidap TBC berdasarkan pemeriksaan dokter. Jadi besok sudah bisa pulang dan rawat jalan," ungkapnya.

Alif, lanjut Ramdani, diberikan paket obat khusus untuk TBS yang diminum setiap hari atas kontrol orangtuanya. Penyakit itu bisa sembuh jika proses pengobatan intens dan tidak sampai putus. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved