Hakim PN Bengkalis Gugurkan Praperadilan Tersangka Kasus Narkoba

PN Bengkalis memutuskan menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan tersangka perkara penangkapan kurir narkoba di Rupat, Kamis (14/11/2019).

Hakim PN Bengkalis Gugurkan Praperadilan Tersangka Kasus Narkoba
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Berdalih Melanggar HAM, Tersangka Narkoba di Riau Ajukan Praperadilan Prosedur Penangkapan Dirinya 

Hakim PN Bengkalis Gugurkan Praperadilan Tersangka Kasus Narkoba

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis akhirnya memutuskan permohonan praperadilan diajukan tersangka perkara penangkapan kurir narkoba di Rupat, Kamis (14/11/2019) siang.

Putusan dibacakan langsung hakim tunggal Annisa Sitawati disaksikan kuasa hukum pemohon dan tim Advokasi Polres Bengkalis yang mewakili Termohon yakni Polsek Rupat.

Dalam putusannya hakim memutus permohonan Praperadilan gugur secara hukum.

"Tadi menjelang siang pengadilan Bengkalis memutuskan praperadilan perkara penangkapan. Dalam putusan tersebut hakim memutus gugur permohonan praperadilan yang diajukan tersangka AS," ungkap Kasatnarkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal.

Menurut Kasat, alasan hakim mengugurkan permohonan praperadilan tersangka AS ini karena perkara pokok atau a quo sudah berjalan atau disidangkan Rabu semalam.

Jumlah Pengurus Legalisir KK dan KTP di Dumai Meningkat. Kadisdukcapil: Laporkan Jika Ada Kutipan!

"Atas alasan tersebut hakim tunggal tadi menggurkan permohonan tersangka," tambah Kasat Narkoba.

Setelah perkara ini diputus hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, pihak Polres Bengkalis akan melaporkan hasil putusan ini ke Bidang Hukum Polda Riau.

Untuk diketahui, warga Kecamatan Rupat berinisial AS yang ditangkap tim opsnal Polsek Rupat awal Oktober 2019 lalu mengajukan Praperadilan terkait prosedur penangkapannya yang diyakini tidak sesuai dengan SOP kepolisian.

Pemilik Pil Ekstasi di Riau Diciduk di Kamar Tidur, 430 Butir Pil Ecstasy Disita untuk Barang Bukti

Dalam permohonannya pemohon berkeyakinan seluruh prosedur baik proses penangkapan, penahanan dan penggeledahan dan penyitaan dilakukan penyidik tidak sah dimata hukum.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved