Tim Dinkes Dumai Temukan Jentik Nyamuk Dalam Dispenser Saat Kunjungi Rumah Penderita DBD

Musim hujan penyakit DBD merebak. Dinas Kesehatan Dumai mengimbau warga menerapkan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang tak terpakai.

Tim Dinkes Dumai Temukan Jentik Nyamuk Dalam Dispenser Saat Kunjungi Rumah Penderita DBD
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Tim Dinas Kesehatan Dumai memeriksa dispenser di rumah pasien yang positif DBD. Dari pemeriksaan, ditemukan ada jentik nyamuk yang berkembang pada dispenser tersebut. 

tribunpekanbaru.com - Memasuki musim penghujan, penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian masyarakat dan Dinas Kesehatan Dumai, termasuk pihak RSUD.

Bahkan, dengan cuaca yang sering hujan dan panas, membuat perkembangan jentik nyamuk aedes aegypti penyebar DBD semakin meningkat. Untuk itulah masyarakat harus rajin membersihkan lingkungan dan menjalankan program 3M Plus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dumai, Faisal, mengungkapkan, di akhir tahun ini penyebaran penyakit DBD memang cenderung mengalami peningkatan, salah satu faktornya adalah musim penghujan.

Menurutnya, dengan cuaca yang terkadang hujan dan terkadang panas, diharapkan masyarakat melakukan pembersihan tempat tinggal maupun lingkungan sekitarnya.

"Kalau kebersihan dimulai dari rumah kita sendiri, maka nyamuk penyebab DBD tidak akan berkembang. Tapi sebaliknya, kalau lingkungan tempat tinggal kita bersih, tapi rumah kita sendiri tidak bersih, nyamuk tetap akan berkembang," kata Faisal, Kamis (28/11).

Dijelaskan, saat ini tim Dinas Kesehatan Dumai melakukan penyisiran ke rumah-rumah pasien yang sudah dinyatakan positif mengalami DBD. Dari penyisiran itu, tim menemukan banyak tumpukan sampah plastik, bahkan di dalam rumah pasien positif DBD juga ditemukan jentik nyamuk yang berkembang di dispenser air minum.

Tidak hanya pada dispenser, jentik nyamuk juga banyak ditemukan berkembang di tempat penampungan air, dan wadah-wadah terbuka penampung air lainnya.

Karena itulah, pencegahan DBD yang paling efektif adalah dengan menggalakkan perilaku 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas atau sampah yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Hal ini harus dimulai dari rumah sendiri, dan kemudian diterapkan pada lingkungan sekitar.

"Kita sudah instruksikan setiap Puskesmas untuk menyosialisasikan kepada warga, dan langsung datang ke lapangan jika ditemukan ada pasien yang positif DBD," katanya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved